nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Motif Penyerang Satu Keluarga di Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 23:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 10 338 2151622 polisi-selidiki-motif-penyerang-satu-keluarga-di-depok-t9dkxcKq2F.jpg Lokasi penyerangan satu keluarga di Depok (foto: Okezone.com/Wahyu)

DEPOK - Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus penganiayaan satu keluarga oleh orang tak dikenal di rumah milik Sumitro di RT01/RW06 daerah Curug Bojongsari, Kota Depok, Jumat 10 Januari 2020, sekira pukul 04.00 WIB.

Dari saksi mata yang diperiksa, penyerangan secara membabi buta tersebut dilakukan satu orang, sementara barang-barang berharga yang berada di rumah tidak ada yang hilang.

"Polisi sudah menggelar olah tempat kejadian perkara di rumah korban. Tidak ada barang-barang korban yang hilang di lokasi kejadian," kata Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo saat dihubungi wartawan, Jumat (10/1/2020).

 Baca juga: Satu Keluarga di Depok Diserang OTK hingga Luka Parah

Perlu diketahui, penyarangan seorang pria tak dikenal yang menyebabkan satu keluarga terdiri dari suami Sumitro (45) bersama istri Juju (40) terkapar dengan luka parah di kepala. Tak hanya pasutri, pelaku juga memukul kepala dua putranya Fadli (6) dan Fikri (4) hingga tidak sadarkan diri.

Adapun benda tumpul yang digunakan pelaku, Suprasetyo masih mencarinya. Keterangan saksi korban bahwa pelaku yang menganiaya korban menggunakan benda tumpul. Dia melanjutkan beruntung aksi pelaku sempat diketahui tetangga korban setelah anak korban teriak minta tolong.

"Keempat korban masih dirawat di RSUD Kota Depok. Rata-rata luka di kepala diduga akibat hantaman benda keras," pungkasnya.

Sebelumnya, aksi penganiayaan oleh orang tak dikenal terhadap satu keluarga terjadi di RT01/RW06 daerah Curug Bojongsari, Kota Depok, Jumat 10 Januari 2020, sekira pukul 04.00 WIB.

Penyerangan secara membabi buta tersebut menyebabkan sang suami Sumitro (45) bersama istri Juju (40) terkapar dengan luka parah di kepala. Tak hanya pasutri, pelaku juga memukul kepala dua putranya Fadli (6) dan Fikri (4) hingga tidak sadarkan diri.

Dari luka yang diderita para korban diduga pelaku menghantam kepala korbam dengan menggunakan benda tumpul.

"Keterangan dari saksi yang pertama kali mendapat laporan dari anak korban mengaku pelaku seorang diri masuk dari pintu belakang tidak terkunci, kemudian langsung membabi buta menghajarkan benda keras seperti gagang besi ke kepala satu keluarga tersebut sedang tidur," kata Ketua RW 06, Ahmad, Jumat (10/1/2020).

Dia menuturkan lokasi kejadian yang tepat berada di belakang halaman SDN 1 itu dikenal sepi dan jauh dari tetangga, hal tersebut memudahkan pelaku dapat melarikan diri setelah melakukan aksinya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini