nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Putra Bungsu Berhasil Kabur dari Penyerangan Satu Keluarga di Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 11 338 2151745 kisah-putra-bungsu-berhasil-kabur-dari-penyerangan-satu-keluarga-di-depok-nJIkWwXZdl.jpg Foto: Okezone.com

DEPOK – Satu keluarga di daerah Curug Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, diserang oleh orang tidak dikenal. Akibatnya empat orang mengalami luka parah di kepala. Pelaku diduga menyerang dengan menggunakan benda tumpul.

Para korban yakni pasangan suami-istri Sumitro (45) dan Juju (40) yang sempat tidak sadarkan diri. Pelaku juga menghantam kepala kedua putranya, yakni Fadli (6) dan Fikri (4), hingga seluruhnya menjalani perawatan di RSUD Kota Depok.

Tetangga korban, Nuradi (49), yang pertama kali mengetahui peristiwa penyerangan itu mengatakan ketika putra bungsu korban berhasil kabur dari lokasi kejadian ke rumahnya sambil meminta tolong dengan kondisi wajah pucat dan darah yang terus mengucur dari atas kepala.

"Korban datang ke rumah lari-lari minta tolong katanya ada orang mukulin kita sekeluarga," kata Nuradi tak jauh dari lokasi kejadian, Sabtu (11/1/2020).

 Baca juga: Penyerang Satu Keluarga di Depok Disebut Punya Ciri Khusus di Tubuhnya

"Tolong, tolong, tolong ayah sama ibu dipukul sama orang enggak kenal di rumah," tutur Nuradi sambil mengingat cerita anak korban Fikri.

 Aniaya

Sementara luka yang sebabkan rasa sakit tidak lagi dirasakan bocah 4 tahun itu, padahal jarak lokasi kejadian ke rumah miliknya sejauh 50 meter dan harus menyusuri jalan tanah penuh pepohonan.

"Mengetahui hal tersebut, saya sama korban langsung melaporkan ke pamannya yang juga mantan ketua RT setempat dan dilanjutkan lapor ke ketua RT Heri (masih menjabat). Kemudian kami segera mendatangi rumah korban dan melihat korban sudah tidak berdaya," jelasnya.

 Baca juga: Polisi Duga Satu Keluarga di Depok Dianiaya Pakai Senjata Tumpul

Ia pun tidak menyangka ketika tiba di lokasi kejadian, warga sekitar sudah berkumpul dengan wajah terkejut. Ketegangan Nuradi semakin menjadi ketika masuk dan ke dalam rumah bilik berdinding anyaman kayu keropos, rupanya Juju istri Sumitro ditemukan tengah merintih kesakitan terbaring di atas tempat tidur.

"Istri Pak Sumitro meringih kesakitan tidak bisa bergerak di tempat tidur. Sementara ketiga korban lain sudah ditolong sama warga dinaikin mobil dibawa ke RSUD Depok," imbuhnya.

Namun saat berada di RSUD Kota Depok, Fikri salah satu korban yang dapat kabur saat penyerangan terjadi mengaku jika seorang pelaku masuk melalui pintu belakang rumahnya. Tanpa penutup wajah dan terdapat tato di tangan kanan pelaku menyerang orang seisi rumah dengan stik golf.

"Orangnya tinggi kurus di tangan kanan ada tato, rambutnya panjang seleher kemudian pakai celana pendek. Kejadiannya pas lagi tidur, bapak dipukul duluan lalu denger ibu teriak aku bangun, pas bangun aku juga dipukul. Dipukul pake stik golf. Enggak tau berapa kali dipukul," ucap Nuradi memungkaskan.

Di sisi lain, Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan pihaknya bersama Polres Metro Depok masih melakukan penyelidikan atas kasus penganiayaan oleh orang tidak dikenal terhadap satu keluarga di sebuah rumah milik Sumitro di RT 01 RW 06, Curug Bojongsari, Kota Depok, Jumat 10 Januari 2020, sekira pukul 04.00 WIB.

Dari saksi mata yang diperiksa, penyerangan secara membabi buta tersebut dilakukan satu orang, sementara barang-barang berharga yang berada di rumah tidak ada yang hilang.

"Polisi sudah menggelar olah tempat kejadian perkara di rumah korban. Tidak ada barang-barang korban yang hilang di lokasi kejadian," pungkas Suprasetyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini