nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Kasus Reynhard, Wali Kota Depok Perintahkan Satpol PP Gelar Razia Rutin

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 21:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 11 338 2151839 imbas-kasus-reynhard-wali-kota-depok-perintahkan-satpol-pp-gelar-razia-rutin-AQtleb4ft2.jpg Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Foto: Okezone)

DEPOK - Gemparnya kasus Reynhard Sinaga seorang warga Kota Depok, Jawa Barat yang dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris atas tuduhan melakukan pemerkosaan terhadap 159 pria dan serangan seksual terhadap 48 korban pria beberapa waktu lalu dinilai sudah mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.

Agar kejadian serupa tidak terjadi di Kota Depok, Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad menginstruksikan Perangkat Daerah (PD) untuk ikut aktif dalam mengatasi persoalan seksual sesama jenis atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

"Satpol PP Kota Depok saya minta untuk aktif melakukan razia rutin terhadap hunian sewa, seperti kos-kosan, kontrakan, apartemen, dan lainnya berkaitan pencegahan dan penyebaran perilaku seks bebas dan penyimpangan seks atau LGBT," kata Idris kepada wartawan, Sabtu (11/1/2020).

Reynhard

Instruksi menggelar razia rutin yang diberikan orang nomer satu di Kota Depok kepada jajaran Pemkot Kota Depok yakni Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial dan Dinas Perlidungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK). Menurutnya memiliki tujuan untuk peningkatan upaya pencegahan guna memperkuat ketahanan keluarga.

"Perlindungan terhadap anak khususnya, tentu sangat penting agar masyarakat tidak resah," tegasnya.

Tidak hanya peran perangkat daerah, Idris berharap setiap pemilik hunian sewa di Kota Depok bisa membentuk wadah supaya dapat memudahkan kontrol kepada sejumlah orang yang menyewa tempat hunian.

"Kami harapkan kepada pemilik apartemen, kos-kosan dan kontrakan untuk membentuk Persatuan Penghuni dan Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS). Fungsinya guna mempermudah komunikasi dan pengendalian penghuni kos atau apartemennya," imbunya.

Sementara bagi para korban LGBT, Idris mengungkapkan pihaknya juga akan membentuk crisis center. Termasuk melakukan pendekatan kepada lembaga-lembaga terkait untuk kerja sama dalam pembinaan warga atau komunitas yang mendukung LGBT. "Secara kehidupan sosial dan moralitas semua ajaran agama, pasti mengecam perilaku LGBT," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini