Langganan Banjir, Warga Pondok Gede Permai Pilih Digusur ketimbang Direlokasi

Wisnu Yusep, Okezone · Minggu 12 Januari 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 12 338 2151965 langganan-banjir-warga-pondok-gede-permai-pilih-digusur-ketimbang-direlokasi-00G1AGVKRG.JPG Jalanan di depan Komplek Perumahan PGP Jatirasa, Bekasi pascabanjir (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Sejumlah kepala daerah baru-baru ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas permasalahan banjir yang melanda Jabodetabek pada awal tahun 2020 lalu. Salah satunya yakni Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Pertemuan empat hari lalu itu juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim. Dalam rapat terbatas masalah banjir itu, pria yang disapa Pepen itu bicara soal wacana relokasi warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) yang terletak di Jatirasa-Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya, Perumahan PGP setiap tahunya merupakan wilayah yang paling sering langganan banjir. Seperti pada Rabu, 1 Januari 2020 lalu, komplek perumahan itu terendam setinggi hampi enam meter.

Namun demikian, wacana relokasi yang digulirkan olehnya ditanggapi berbeda oleh warga Perumahan PGP. Mereka tidak setuju dengan wacana yang diembuskan itu.

Edison warga Perumahan PGP, Jalan Nusa indah 2, RT 008/RW 08 Blok B 16 Nomor 5, misalnya. Dia tidak setuju dengan wacana Wali Kota Bekasi untuk merelokasi permukiman mereka.

"Kalau saya setujunya ganti rugi aja. Kalau digusur kayaknya, kemungkinan 70 persen mau. Sedangkan 30 persennya, karena aksesnya gampang, dekat kemana-mana," kata pria 56 tahun ini kepada Okezone, Minggu (12/1/2020).

Dia pun mempertanyakan wacana relokasi yang diusulkan Pemkot. Bila pun setuju, hendak kemana mereka akan dipindahkan. Pasalnya, dirinya sudah sejak tahun 1995 silam bermukim di perumahan itu.

Warga PGP Jatiasih

"Tidak (direlokasi). (Lebih baik) Digusur saja, biar bisa buat modal usaha," katanya.

Dia pun lantas menyebutkan wacana yang digaungkan Wali Kota Rahmat Effendi sebenarnya bukan hal baru. Di kalangan warga perumahan PGP isu relokasi itu sudah biasa bila wilayahnya kembali diterjang banjir.

"Mereka (warga) sudah dengar isu. Dari dulu kalau PGP banjir, banyak isu," katanya.

Wacana relokasi ini, kata dia, salah satu isu yang paling sering didengar warga. Hanya saja realisasinya hanya jadi isapan jempol belaka. "Enggak jelas (hoaks) cuma hanya wacana, isu, hoaks, tidak peduli, tidak tahu," sindirnya.

Sementara, Iwan juga berpendapat sama. Dia tidak setuju bila permukimannya direlokasi. Dirinya beralasan wacana yang digulirkan oleh Wali Kota Bekasi itu sudah jadi "lagu lama"

"Kita mah sudah biasa, karena isu itu sering didengar setiap tahunnya," kata Iwan.

Ketimbang relokasi, kata dia, Pemkot Bekasi seharusnya segera memulihkan aktivitas warga dari hasil banjir kemarin. Pasalnya, masih banyak warga yang belum pulih karena lumpur yang masih mengotori rumah-rumah warga.

"Sebaiknya dikebut saja pembersihan di Perumahan PGP, kami banyak yang sakit pascabanjir. Ada yang sampai menjalani perawatan," kata warga RT 07 ini kepada Okezone.

Bila ingin menyelesaikan masalah banjir langganan di Perumahan PGP, kata dia, Pemkot sebaiknya memberi ganti rugi ke warga. "Kalau mau seperti itu (ganti rugi)," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini