nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ungkap Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kemang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 11:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 338 2152205 polisi-ungkap-klinik-suntik-stem-cell-ilegal-di-kemang-QEYWSulmzo.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap praktek kesehatan Hubsch Clinic di Kemang, Jakarta Selatan, yang diduga melakukan suntik stem cell dengan cara ilegal.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya telah melakukan penggeledahan di klinik tersebut. Klinik ini sudah beroperasi secara ilegal selama tiga tahun.

"Jumlah pasien dari dokter OH sekitar puluhan dari 2018, (korban) beberapa kali (dibawa) dari tersangka Y dan tersangka L," kata Suyudi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Suyudi menyebut, dalam rentan waktu tersebut, puluhan orang menjadi korban. Tetapi, polisi tak merinci secara pasti berapa jumlah korban dari praktik ilegal tersebut, pasalnya masih dalam pendataan.

Di sisi lain, Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasih mengatakan, pihaknya masih menyelidiki total keuntungan klinik tersebut. Pihaknya juga mendalami keaslian dari serum stem cell.

Baca juga: Warga SAD Tumbang Disuntik Dokter Korsel, Dinkes Merangin Ngaku Kecolongan

"Untuk omzet masih kita dalami termasuk keaslian stem cell," tutur Dwiasih.

Sekadar diketahui, polisi melakukan penggerebekan ke klinik itu pada pada Sabtu 11 Januari 2020. Awalnya, penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima informasi terkait praktik tersebut.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Klinik tersebut diduga melangsungkan praktik stem cell tanpa adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam kasus ini, polisi meringkus tiga orang. Mereka adalah YW selaku manager, LJ marketing manager, dan OH sebagai dokter dan pemilik klinik.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang muka, hasil laboratorium pasien dan botol ampul serum stem cell. Kemudian ada selang infus, alat suntik, alat septik dan registrasi pasien.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini