nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Bandar Tambang Emas Ilegal di Bogor Dibekuk Polisi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 13:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 338 2152272 2-bandar-tambang-emas-ilegal-di-bogor-dibekuk-polisi-gQKan8TW7x.jpg Polres Bogor Menangkap 2 Bandar Tambang Emas Ilegal di Cigudeg, Kabupaten Bogor (foto: Okezone/Putra RA)

BOGOR - Dua bandar bisnis tambang emas ilegal di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dibekuk polisi. Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan puluhan kilogram batu yang mengandung emas.

Kapolres Bogor, M Joni mengatakan, kedua pelaku berinisial MAR (24) dan ATA (33) itu ditangkap setelah adanya laporan dari warga terkait aktivitas penambang dan pengolahan emas ilegal di Cigudeg.

Baca Juga: 4 Penambang Emas Ilegal di Bogor Tewas, Diduga Hirup Gas Beracun 

"Pelaku ditangkap di dua loksi berbeda tapi masih di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg," kata Joni, di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Senin (13/1/2020).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku mempunyai empat lubang tambang emas ilegal. Untuk menuju ke lubang tersebut, harus ditempuh dengan kaki sekitar 4 jam menembus hutan dan bukit.

"Satu lubang itu bisa dikerjakan sekitar 40 orang untuk mencari batu mengandung emas. Mereka biasanya menginap di sana pakai tenda," jelasnya.

Setelah mendapat batu mengandung emas, para pekerja membawa hasilnya kepada kedua pelaku untuk dijual dengan harga sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per karung tergantung dari kualitasnya.

Baca Juga: 9 Penambang yang Terjebak di Gua Mengalami Hipotermia dan Lemas 

"Oleh pelaku kemudian diolah dengan sianida atau mercury untuk mendapat biji emas dan dijual kembali ke pengepul baru ke toko-toko emas," tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti di antaranya 80 karung batu mengandung emas, 70 gelundungan, 5 mesin pengolahan, tabung gas, timbangan dan uang tunai Rp1,6 juta.

"Pelaku kita jerat Pasal 158 juncto Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara," ungkap Joni.

Polisi juga akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aktivitas penambangan ini temasuk dampak lingkungan yang terjadi di sekitar lokasi.

"Kalau dampak langsung seperti longsor besar kemarin kita harus minta keterangan ahli lingkungan dulu. Atensi Pak Presiden kemarin sudah kita lakukan untuk sosialisasi untuk tidak menambang ilegal kalau tidak diindahkan kita proses hukum," tutupnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini