nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 2 Penambang Emas Ilegal di Bogor Barat

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 18:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 13 338 2152425 polisi-tangkap-2-penambang-emas-ilegal-di-bogor-barat-WneTvHuO4o.jpg Polisi tangkap dua pelaku penambangan emas ilegal di Bogor Barat. (Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

BANDUNG - Polisi menangkap dua pelaku tindak pidana penambangan ilegal emas berinisial MAR (24) dan ATA (33). Aktivitas ilegal tersebut diduga jadi salah satu penyebab longsor dan banjir di wilayah Bogor Barat.

"Polisi berhasil menganalisis faktor lain yang berdampak pada bencana alam tanah longsor dan banjir, khususnya di daerah Bogor Barat. Sebanyak 2 orang pelaku tindak pidana pertambangan ilegal ditangkap oleh Satreskrim Polres Bogor," kata Kapolres Bogor AKBP M. Joni melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (13/1/2020).

Kasus ini terungkap saat polisi yang sedang melakukan pemantauan menemukan aktivitas mencurigakan di Kampung Cililin Sabrang, Desa Banyuresmi. Pelaku yang sedang beroperasi di lubang galian langsung dibekuk.

"Kami melihat ada aktivitas penambangan dan pengolahan tambang emas yang mencurigakan di Kampung Cililin Sabrang Desa Banyuresmi. Lalu, kami langsung mengamankan para pelaku" ucapnya.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Aktivitas pelaku dinilai ilegal karena tak dilengkapi dokumen seperti Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). Penambangan dilakukan di tiga lokasi antara lain Gunung Puntang, Lubang Cingalang dan Lubang Cisapon.

"Pelaku melakukan penambangan emas tanpa ijin dan atau tanpa memiliki dokumen IU/IUPK dan IPR," ucapnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti, seperti 70 buah gelundung alat pengolah emas dan 5 buah mesin penggerak alat pengolah emas.

Tindak pidana diatur dalam Pasal 158 jo Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

"Faktor penyebab bencana yang terjadi di wilayah Sukajaya dan sekitarnya itu karena adanya aktivitas penambangan liar dan pada momen ini kami berhasil mengungkap kasus penambangan emas liar atau yang biasa disebut gurandil," pungkas dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini