nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Pesan Berantai Penculikan Bocah di Bekasi, Ini Kata Polisi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 10:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 14 338 2152637 beredar-pesan-berantai-penculikan-bocah-di-bekasi-ini-kata-polisi-QoSKWpzZqF.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEKASI - Sebuah pesan berantai di grup WhatsApp menghebohkan warga Kota Bekasi. Pesan itu berisikan kronologi penculikan seorang bocah perempuan di Jalan Beringin IV, Kelurahan Keranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Penculikan disebutkan dilakukan dua orang, laki-laki dan perempuan. Korban dinarasikan dimasukkan ke dalam karung. Pesan itu juga menyertakan sebuah video seorang pria yang tengah ketakutan saat diinterogasi warga.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan peristiwa seorang pria diintrogasi pada Minggu 12 Januari 2020. Namun ternyata itu bukanlah kasus penculikan, melainkan salah sangka

"Itu bukan kasus penculikan, hanya salah sangka," kata Erna, Selasa (14/1/2020).

Pria yang ditangkap kebetulan sempat berada di dekat bocah yang hilang. Padahal si anak sedang berada di rumah. Dia juga membantah narasi bahwa anak tersebut dimasukkan ke karung.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

"Beredar di WA narasinya anak-anak kecil dimasukin ke karung itu hoaks. Jadi saya sudah dapat statement dari Pak Kapolres bahwa waktu orangtua mencari anak itu, enggak ketemu, ternyata anak itu masih ada dalam rumah," ucapnya.

Salah sangka itu karena ibu bocah berteriak panik saat menyangka anaknya hilang. Hal itu mengundang warga untuk menangkap orang yang dicurigai.

Saat ditemui awak media, Nanda Wasito, orang tua korban penculikan mengatakan, peristiwa itu berawal ketika anaknya tengah bermain di luar rumah sekira Pukul 10.00 WIB. Sambil memperhatikan anaknya, dia melihat ada seorang bapak-bapak yang tengah lalu-lalang dekat rumahnya.

Karena melihat anaknya tidak ada, dia pun lantas keluar rumah untuk mencari orang tersebut. Termasuk, menanyai sejumlah tetangga. "Saya sempat menanyakan kepada yang warung depan rumah, arah pergi bapak itu," ujar dia, Senin (13/1/2020). Padahal saat itu anaknya bukan hilang, tapi masuk ke rumah.

Setelah itu, para warga pun ikut mencari karena terpancing isu penculikan. Saat ditemukan, warga langsung menangkap dan menginterogasi orang tak dikenal itu.

Ketika ditanyai warga, orang tersebut mengaku tengah menanti sang istri yang mengikuti acara Maulid. Namun, Nanda menyebut keterangan pria tersebut selalu berubah yang memancing amarah warga.

"Dia (orang tak dikenal) ngakunya lagi nunggu anaknya, berubah lagi dia jualan di pasar. Warga juga sempat ngajak ke pasar, tapi enggak mau. Pas di Polsek dia ganti lagi keteranganya sebagai tukang kardus lah, sedang nyari kardus lah," ujar dia menceritakan.

Setelah itu, dia mengaku tidak tahu kelanjutan kasus tersebut. Pasalnya kasus tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian. "Jadi pihak kepolisian saja. Ya sudah kita serahin," katanya.

Dia pun mengaku, tidak tahu bahwa peristiwa itu sampai viral. Termasuk soal tulisan berantai yang menyebutkan anaknya dikarungi. Dia pun memastikan berita soal anaknya dikarungi tidak benar.

"Itu bohong, makanya saya kaget kok ada berita kaya gitu, sampai dikantongi, apalah. Anak saya enggak sempat dibawa, cuma diimingi doang," ucapnya.

Hanya saja, dia meyakini bapak yang mondar-mandir di depan rumahnya itu berniat akan menculik anaknya. Terlebih, dia mengaku tidak pernah melihat orang tersebut di sekitar rumahnya.

"Kalau dibilang itu bukan penculik ya saya enggak tahu, tapi kenapa anak saya sampai ketakutan gitu dan kenapa bapak itu empat kali bolak-balik di area rumah," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini