Keuntungan Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kemang Capai Rp10 Miliar

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 16 Januari 2020 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 338 2153830 keuntungan-klinik-suntik-stem-cell-ilegal-di-kemang-capai-rp10-miliar-57U7ImB3dT.jpg Polda Metro Jaya saat jumpa pers soal kasus Stem Cell ilegal (foto: Okezone.com/Rizki)

JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya membongkar praktik kedokteran ilegal, dengan modus penyuntikan stem cell di klinik Hubsch Clinic, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni YW selaku manager, LJ marketing manager, dan OH sebagai dokter dan pemilik klinik.

"Total keuntungannya sekitar Rp10 miliar sementara," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/2020).

 Baca juga: Polisi Ungkap Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kemang

Nana menjelaskan, para konsumen yang hendak menyuntikkan stem cell tersebut diminta membayar sesuai dengan jumlah stem cell yang dipesan.

"Kalau cell nya 100 itu harganya Rp100 juta, kalau 150 cell itu Rp150 juta, kalau 200 cell itu Rp200 juta," kata Nana.

Adapun dalam menjalankan aksinya itu pelaku telah menjaring puluhan korban. "Yang terdata sampai saat ini dari hasil keterangan ada 56 orang korban selama praktik," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek klinik kesehatan bernama Hubsch Clinic yang berlokasi di kawasan Kemang, pada Sabtu 11 Januari 2020 lalu. Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi adanya praktik stem cell ilegal.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang muka, hasil laboratorium pasien dan botol ampul serum stem cell. Kemudian ada selang infus, alat suntik, alat septik dan registrasi pasien.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam dengan Pasal 204 Ayat 1 KUHP, dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 Ayat 1, Pasal 76 UU RI nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan atau Pasal 201 juncto Pasal 198 juncto Pasal 108 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 Ayat 1 huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini