nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Metro Bongkar Kasus Penipuan Bermodus Website Palsu

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 17 338 2154161 polda-metro-bongkar-kasus-penipuan-bermodus-website-palsu-WP5uFiB6xP.JPG Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Tim penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan website dengan modus memanipulasi data perusahaan milik PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, dalam kasus ini sebanyak empat orang pelaku ditangkap. Mereka adalah AW (24), ND (29), SB (32), dan MA (31).

"Mereka memanipulasi data perusahaan PT Trimegah Sekuritas Indonesia dengan membuat website yang mirip dengan website PT Trimegah yang nantinya digunakan untuk melakukan penipuan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Yusri menjelaskan, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari perusahaan yang bergerak di bidang investor broker saham. Polisi kemudian berhasil menangkap para pelaku pada Kamis 5 Desember 2020 lalu.

Mereka kata Yusri telah membuat sedikitnya enam website PT Trimegah Sekuritas Indonesia palsu dengan alamat; www.trimegahforex.com, www.trimegahforex.co.id, www.trimegahforex.net, www.pttrimegahforex.blogspot.com, www.trimegahforex.blogspot.com, dan www.trimegahforex.id

"Setelah membuat website tersebut tersangka menipu korbannya dengan cara menawarkan investasi forex dengan iming-iming keuntungan 20% selama tujuh hari, dengan memasukkan dana sebesar Rp6-20 juta. Padahal sementara kerja PT Trimegah enggak seperti itu," tuturnya.

Adapun para tersangka mengaku dalam waktu 3 bulan mereka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp80 juta dari 6 orang korban yang berhasil dikelabui.

Konpers Polda Metro Jaya

"Total kerugian tiga bulan sekitar lebih dari Rp80 juta dari 6 korban yang teridentifikasi, kita masih telusuri. Silakan melapor jika masih ada korban lain, kami menunggu," tambah Yusri.

Adapun dalam pengungkapan kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa, telepon genggam, rekening beserta kartu ATM dari Bank Mandiri, Permata Bank, dan Sinarmas Bank. Serta laptop Lenovo, USB, dan 5 buah modem.

Terhadap para tersangka mereka dikenakan Pasal 35 ayat (1) juncto Pasal 51 ayat (1) dan atau Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016, atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini