nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesaksian soal Pencurian 40 Laptop di SMP 33 Kota Bekasi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 14:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 338 2154256 kesaksian-soal-pencurian-40-laptop-di-smp-33-kota-bekasi-rEKdxGpkLC.png SMP 33 Kota Bekasi (Foto: Wisnu Yusep)

BEKASI - Sebanyak 40 unit laptop milik SMP Negeri 33 Kota Bekasi di Jalan Ceria Raya, Perumahan Taman Narogong Indah, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi raib digondol maling, pada Selasa 14 Januari 2020. Pencurian terjadi pada malam hari.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, 40 laptop yang dicuri itu berada di ruangan kepala sekolah. "Jadi, tadinya laptop tersebut sudah ditaruh di tempat kepsek, karena dikhawatirkan terkena banjir," kata dia, Kamis 16 Januari 2020.

Baca Juga: Pencuri Kotak Infak Masjid di Bandung Menyamar Pakai Peci dan Baju Koko

Namun, pada Rabu 15 Januari 2020 pagi, pihak sekolah dikejutkan dengan hilangnya puluhan laptop tersebut. "Baru tahu Rabu pagi, pas pihak sekolah mau melakukan aktivitas," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya langsung melapor ke Polsek Bekasi Timur. Aparat kepolisian langsung mendatangi sekolah dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Bukti-bukti juga sudah diamankan, mudah-mudahan cepat terungkap," tuturnya.

Terlebih, lanjut dia, 40 laptop tersebut merupakan fasilitas untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Itu baru digunakan satu kali ujian, pengadaan tahun 2018," kata dia.

Ilustrasi

Dia melanjutkan, atas kasus pencurian itu pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar. Bila dihitung, kata dia, laptop tersebut bisa mencapai Rp160 juta.

"Mereknya Asus, rata-rata harga Rp4-5 juta. Kalau dihitung bisa mencapai Rp160 juta," ujarnya.

Baca Juga: Butuh Uang, 2 Perempuan Muda Curi Mesin Mobil lalu Dijual Rp200 Ribu

Sementara, berdasarkan hasil olah TKP, pihak kepolisian menyebutkan para pelaku ini menggasak laptop di sekolah tersebut dengan cara meloncati dinding pagar di belakang sekolah. Pintu ruangan juga tidak terkunci sehingga memudahkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

"Jadi, ketika ketahuan itu kuncinya nyantel tidak dikunci," kata Kapolsek Bekasi Timur Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Sutoyo ketika dikonfirmasi, Jumat (17/1/2020).

Terlebih lagi, tidak ada upaya perusakan yang dilakukan pelaku dalam aksinya kali ini. "Ketahuan ketika satpam sekolah bangun tidur pintu sudah terbuka, tidak ada yang dirusak," kata dia. 

Saat ini, kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan. Diketahui, berdasarkan pengamatan Okezone, lokasi sekolah yang berada di kawasan Perumahan Taman Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu ini tampak terbuka tanpa pagar pembatas yang mengelilingi bangunan.

Sekolah yang ada di ujung Jalan Ceria Raya ini merupakan akses utama perumahan. Sementara, di sebelah bangunan, terdapat akses jalan kecil yang menghubungkan ke Jalan Tanah Merah.

Kondisi bangunan sekolah yang terlalu terbuka ini disinyalir rentan akan aksi kejahatan. Terlebih lagi, sekolah tersebut tidak ada kamera pengawas. "Iya (rentan kemalingan), CCTV dalam keadaan sudah lama rusak," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini