nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabur saat Pengembangan, Pengedar Narkoba Ditembak Mati Polisi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 338 2155697 kabur-saat-pengembangan-pengedar-narkoba-ditembak-mati-polisi-BhdLLtsFR0.jpg Salah satu tersangka kasus narkoba di Cawang, Jakarta Timur (foto: Okezone.com/Rizki)

JAKARTA - Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pengedar narkoba jenis sabu berinisial SP, saat berusaha kabur di kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa 14 Januari 2020.

"Tersangka SP melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur terhadap yang bersangkutan dengan tindakan terukur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (20/01/2020).

Yusri menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika Unit I Subdit III Direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya, menerima adanya informasi dari masyarakat terkait peredaran narkotika jenis sabu di Apartemen Grand Bay, Pluit, Jakarta Utara.

"Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelaku berinisial SPP dan yang satu lagi SP," tuturnya.

 Sabu

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 2,24 kilogram. Lalu, petugas melakukan pengembangan karena barang tersebut akan dikirim ke bandar narkoba di kawasan Cawang pada 13 Januari 2020. Setelah dilakukan pemantauan pelaku yang diduga bandar tersebut tak datang.

"Tim kembangkan karena ada indikasi akan dikirim pada seseorang, janjian tanggal 13 Januari di daerah Cawang, Jakarta Timur memang akan diambil (barang tersebut)," tambahnya.

Polisi kemudian melalui tersangka yang sudah ditangkap mengatur waktu untuk bertemu tanggal 14 Januari 2020. Sayangnya pelaku yang diduga bandar tersebut kembali tak datang. Disaat itu pelaku berinisal SP berusaha melarikan diri.

"Seseorang ini masih DPO dia panggilnya bos. Sehari ditunggu tim, rupanya pemesan (bos) tidak datang saat tanggal 13 Januari kemudian di janji lagi tanggal 14 Januari di lokasi yang sama," bebernya.

"Lalu tersangka SP minta pada para petugas agar tak terlalu kentara, agar tak usah di borgol cukup diawasi dan ketemu bos. Ditunggu sampai lama tak datang malah SP melarikan dri. Terjadi perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka," tambahnya.

Adapun dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 114 Subsider Pasal 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman paling rendah 5 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini