nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laporan Dicabut, Polisi Hentikan Penyelidikan Pidato "Pribumi" Anies

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 15:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 338 2156114 laporan-dicabut-polisi-hentikan-penyelidikan-pidato-pribumi-anies-wsKCuQhFzV.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi membenarkan pencabutan laporan Jack Lapian terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang teregistrasi di Bareskrim Polri. Anies dilaporkan soal penggunaan istilah "Pribumi" saat pidato.

Laporan itu dibuat pada 17 Oktober 2017 setelah diucapkan Anies saat pidato usai pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Ya betul (laporan dicabut)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

Laporan tersebut dicabut Jack pada Senin 20 Januari 2020. Polisi otomatis menghentikan proses penyelidikan karena pencabutan Jack telah mencabut laporannya.

"Dengan pencabutan laporan tersebut, maka penyelidikan atas laporan itu sudah dihentikan," ujar Argo.

Baca Juga: Profil Singkat Riza Patria, Calon Wagub DKI Pendamping Anies Baswedan

Sebelumnya, Jack Lapian melaporkan Anies ke polisi atas dugaan tindak pidana diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Huruf b ke 1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Anies

Jack Boyd Lapian selaku pelapor mengatakan, semoga kerukunan umat beragama dan toleransi lebih dikedepankan walau berbeda suku, agama, ras dan antargolongan.

"Karena di Pancasila kita sudah tidak lagi melihat siapa kamu, apa agamamu, kastamu, rasmu dstnya.. Karena kita semua adalah Warga Negara Indonesia," ujar Jack dalam keterangan rilis di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, seperti yang dikutip di dalam suratnya, sehubungan dengan hal tersebut di atas diberitahukan kepada Bapak Direktur Tindak Pidana Umum yang dalam hal ini saya (pelapor) memohon pencabutan atas Laporan Polisi Nomor : LP/1072/X/2017/Bareskrim, tanggal 17 Oktober 2017.

"Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mengedepankan komunikasi, tabayyun atau klarifikasi demi keutuhan NKRI," kata dia.

Baca Juga: KPK Diminta Kawal Proses Pemilihan Wagub DKI di DPRD

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini