nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Bisnis Esek-Esek di Penjaringan, Anak-Anak Dijadikan PSK

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 16:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 21 338 2156145 polisi-bongkar-bisnis-esek-esek-di-penjaringan-anak-anak-dijadikan-psk-Hac6PXB4hu.jpg Polda Metro Jaya kasus perdagangan anak di bawah umur di Penjaringan, Jakarta Utara (Foto: Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Polda Metro Jaya membongkar kasus perdagangan anak di bawah umur di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin 13 Januari 2020. Sebanyak 10 anak yang dipaksa jadi pekerja seks di Cafe Khayangan di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara diamankan polisi.

"Mereka menjual anak-anak di bawah umur untuk menemani para hidung belang di salah satu kafe di daerah Rawa Bebek, Penjaringan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Selasa (21/1/2020).

Yusri mengatakan, telah mengamankan enam orang pelaku berinisial R alias mami Atun, mami Tuti alias A, D alias Febi, TW, dan A. Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

"Kita berhasil mengamankan dan menangkap enam orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," tuturnya.

Baca Juga: ABG yang Jual Sepupunya di Medsos Berstatus Mahasiswi

Polisi bongkar kasus perdagangan anak Foto: Muhamad Rizky

Yusri menjelaskan, keenam pelaku tersebut memiliki peran masing-masing. Ada yang mencari anak-anak di bawah umur untuk dijual kepada pemilik kafe, adapula yang menjadi calo untuk menawarkan anak tersebut sebagai pemuas nafsu para pria hidung belang yang berkunjung.

"Jadi, dua (tersangka) DF dan TW dia mencari (anak di bawah umur) ke lokasi tertentu. Kemudian, dijual kepada dua mami (berinisial) R dan A seharga Rp750-1,5 juta. Oleh mami ini dipekerjakan di situ, dipaksa melayani para tamu laki-laki hidung belang untuk menemani minum, kemudian menemani sama-sama untuk bisa berhubungan badan," tuturnya.

Para lelaki hidung belang tersebut dikenai tarif Rp150 ribu untuk sekali kencan dengan para korban yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Dari uang tersebut para korban menerima Rp60 ribu yang diberikan setiap bulan.

"Bayarannya Rp150 ribu per sekali menemani dengan pembagian Rp60 ribu untuk anak ini (korban) nanti dibayarnya akhir bulan. Sisanya untuk maminya," ungkap Yusri.

Anak-anak tersebut juga diancam oleh para muncikari atau mami kafe. Jika mereka ingin keluar dari pekerjaannya sebagai pekerja seks harus membayar uang sebesar Rp1,5 juta.

"Kalau anak ini mau keluar dari area kafe boleh, tapi harus menebus dengan uang 1,5 juta," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, buku daftar tamu Cafe Khayangan, buku catatan sewa kamar, ATM, KTP, dompet, dan beberapa alat alat kontrasepsi.

Adapun kepada pelaku dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 76I juncto Pasal 88 dan atau Pasal 76F juncto Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Baca Juga: ABG di Jakut Jual Sepupunya via Facebook, Tarif Kencan Rp4 Juta

Pasal 76I juncto Pasal 88 dan atau Pasal 76F juncto Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000. Pasal 296 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Pasal 506 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini