nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PSK Anak di Penjaringan Dipaksa Layani Pria Hidung Belang 10 Kali Sehari

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 17:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 21 338 2156215 psk-anak-di-penjaringan-dipaksa-layani-pria-hidung-belang-10-kali-sehari-b5BEx243KE.jpg Polda Metro Jaya mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur. (Foto: Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyelamatkan 10 anak di bawah umur yang dipaksa jadi pekerja seks komersial (PSK) di sebuah kafe di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang yang berkunjung ke kafe esek-esek tersebut.

Kabag Pembinaan Operasional Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto menyebut, aksi para pelaku tergolong sadis. Pasalnya, korban dalam sehari disuruh 10 kali berhubungan badan dengan tamu kafe.

"Hal yang menjadi keprihatinan kita dan menjadi perhatian kita semua adalah dalam menjalankan aksinya ini para tersangka sangat sadis, karena setiap korban perdagangan anak itu harus melakukan perbuatan itu sehari minimal 10 kali, ini sangat luar biasa," ujar Pujiyarto, di Polda Metro Jaya, Selasa (21/01/2020).

Jika tak mencapai target, para korban juga diminta membayar denda "Ini sangat luar biasa (sadisnya)," ucapnya.

(Foto: Okezone.com/M Rizky)

Pelaku juga diduga memaksa para korban agar tidak menstruasi supaya bisa terus melayani nafsu bejat pelanggan. Namun, polisi tak menyebutkan cara yang dipakai pelaku agar anak-anak itu tak haid. "Terus tidak ada menstruasi, menstruasi pun bagaimana caranya dibuat agar tidak mens," ucapnya.

Pelaku juga tidak memberikan fasilitas kesehatan bagi para korban, yang berpotensi terkena penyakit menular. "Tidak adanya pemeriksaan kesehatan secara berkala, ini berpotensi untuk terjadinya penyakit menular yang lain," ujarnya.

Baca juga: Polisi Bongkar Bisnis Esek-Esek di Penjaringan, Anak-Anak Dijadikan PSK

Polda Metro Jaya mengungkap kasus ini pada Senin 13 Januari 2020. Polisi mengamankan 6 pelaku berinisial R alias Mami Atun, A alias Mami, D alias Febi, TW, dan A. Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Keenam pelaku tersebut memiliki peran masing-masing. Ada yang mencari anak-anak di bawah umur untuk dijual kepada pemilik cafe, ada pula yang menawarkan anak tersebut sebagai pemuas nafsu para pria hidung belang yang berkunjung.

Dalam kasus ini polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa telefon genggam, buku daftar tamu kafe, buku catatan sewa kamar, ATM, KTP, dompet, dan beberapa alat kontrasepsi.

Adapun kpelaku dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 76I juncto Pasal 88 dan atau Pasal 76F juncto Pasal 83 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Pasal 76I juncto Pasal 88 dan atau Pasal 76F juncto Pasal 83 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000.

Selanjutnya Pasal 296 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Pasal 506 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini