Bima Arya: Bogor Sudah Kondusif, 2 Pimpinan Ormas Sepakat Berdamai

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 21 Januari 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 338 2156271 bima-arya-bogor-sudah-kondusif-2-pimpinan-ormas-sepakat-berdamai-JTTHoNJXap.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya bersama pimpinan ormas yang sempat bentrok di Bogor, Jawa Barat (Foto: Okezone/Putra Ramadhani)

BOGOR - Pasca-bentrokan antara dua kelompok organisasi masyarakat (ormas), Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) menggelar mediasi dengan menghadirkan dua pucuk pimpinan ormas di Balai Kota Bogor, Selasa (21/1/2020).

Pertemuan berlangsung cair. Tampak hadir Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Bogor Benninu Argoebie, Ketua Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPC Bogor Enung Sutisna. Keduanya bersepakat damai dan meminta para kadernya untuk tidak melakukan aksi-aksi lanjutan.

Kesepakatan untuk berdamai itu disaksikan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi dan Wadan Denpom III/1 Bogor Mayor CPM Raindy serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor Dadang Sugiarta.

Baca Juga: Dua Ormas di Bogor Bentrok, 5 Motor Dibakar dan 1 Mobil Rusak

Bima mengatakan, pertemuan ini melanjutkan sesi perdamaian kemarin. Kali ini, pucuk pimpinannya berkenan hadir. Pertemuan ini bukan yang terakhir, karena nantinya akan kembali ada pertemuan lanjutan untuk menjaga silaturahmi antar-ormas.

"Ada Kang Ben dari PP dan Abah Enung dari BPPKB untuk sekali lagi memperkuat kebersamaan kita. Kami sepakat untuk menganggap selesai semua. Meski ada persoalan-persoalan di bawah nanti akan dibicarakan bersama-sama," ujarnya.

Bima Arya bertemu dengan pimpinan Ormas Foto: Putra R

Meski sudah kondusif, lanjut Bima, para Muspida dan jajarannya akan terus siaga untuk mengantisipasi letupan-letupan yang dilakukan oleh provokator. Ia juga meminta kepada warga untuk tidak lagi menyebarkan video-video peristiwa yang sudah berlalu.

"Kita berharap instruksi pucuk pimpinan ormas ini sampai betul ke tingkat ranting di bawah. Jadi, ini kita kembali ke titik nol lagi. Jadi, kalau ada video yang beredar jangan disebarkan kembali. Sebarkanlah video-video perdamaian seperti ini, semangat yang positif dan inspiratif ini. Masyarakat juga jangan terprovokasi," ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Bentrok Dua Ormas Berujung Pembakaran 5 Motor di Bogor

Bima Arya juga meminta Kesbangpol untuk melakukan konsolidasi semua ormas untuk fokus pada pembinaan, hingga merapikan administrasinya. Sebab, ini bukan soal cabut mencabut izin ormas, tapi lebih kepada upaya untuk pembinaan ormas.

"Lalu, PR (pekerjaan rumah) jangka panjang adalah bagaimana kita berbicara pemberdayaan ormas. Ormas ini harus bisa berperan yang lebih strategis, harus sama-sama bisa membuat peran yang berarti untuk pembangunan daerah," ujarnya.

Di tempat sama, Benninu Argoebie mengajak kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan karena pihaknya sudah bersepakat untuk berdamai dengan BPPKB.

"Alhamdulillah, setelah kejadian kemarin, hari ini kita semua bisa bersepakat untuk damai. Saya menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi ada gerakan tambahan se-Jabodetabek. BPPKB Banten juga Pemuda Pancasila adalah saudara sekarang. Mari kita rajut kebersamaan, dan mari kita ciptakan Bogor yang kondusif," kata Benninu.

Senada dengan Ben, Enung Sutisna juga menganggap permasalahan sudah selesai. Untuk itu, ia meminta anggotanya untuk tidak lagi bergesekan dengan Pemuda Pancasila.

"Intinya, kami dari BPPKB Banten sudah tidak ada permasalahan dengan Pemuda Pancasila. PP keluarga besar, kami juga keluarga besar mereka. Mari kita ciptakan kondusifitas di wilayah Bogor ini," ujar Enung.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan bahwa penegakan hukum masih akan terus dilakukan dengan mempelajari video-video yang ada dan investigasi di tempat kejadian perkara.

"Kita lagi investigasi, kita pelajari video-videonya, motor dan kendaraan yang dirusak kita identifikasi. Belum ada laporan yang merasa dirugikan di sini. Kalau tidak ada yang merasa dirugikan dalam kejadian kemarin, ya kita anggap clear," katanya.

Namun, untuk proses penegakan hukum akan tetap berjalan. Misal, ada kendaraan yang terbakar tak ada nomor polisinya, sehingga perlu diidentifikasi pemiliknya.

"Jadi prosesnya panjang, enak kalau ada yang lapor misalnya mengaku ini kendaraan saya, kan enak. Sampai saat ini belum ada yang melapor ke kita. Proses hukum kita jalankan dalam hal penyelidikan sekarang, masih mengidentifikasi barang bukti yang ada," tutur Hendri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini