Bima Arya: Bogor Sudah Kondusif, 2 Pimpinan Ormas Sepakat Berdamai

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 21 Januari 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 338 2156271 bima-arya-bogor-sudah-kondusif-2-pimpinan-ormas-sepakat-berdamai-JTTHoNJXap.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya bersama pimpinan ormas yang sempat bentrok di Bogor, Jawa Barat (Foto: Okezone/Putra Ramadhani)

Di tempat sama, Benninu Argoebie mengajak kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan karena pihaknya sudah bersepakat untuk berdamai dengan BPPKB.

"Alhamdulillah, setelah kejadian kemarin, hari ini kita semua bisa bersepakat untuk damai. Saya menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi ada gerakan tambahan se-Jabodetabek. BPPKB Banten juga Pemuda Pancasila adalah saudara sekarang. Mari kita rajut kebersamaan, dan mari kita ciptakan Bogor yang kondusif," kata Benninu.

Senada dengan Ben, Enung Sutisna juga menganggap permasalahan sudah selesai. Untuk itu, ia meminta anggotanya untuk tidak lagi bergesekan dengan Pemuda Pancasila.

"Intinya, kami dari BPPKB Banten sudah tidak ada permasalahan dengan Pemuda Pancasila. PP keluarga besar, kami juga keluarga besar mereka. Mari kita ciptakan kondusifitas di wilayah Bogor ini," ujar Enung.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan bahwa penegakan hukum masih akan terus dilakukan dengan mempelajari video-video yang ada dan investigasi di tempat kejadian perkara.

"Kita lagi investigasi, kita pelajari video-videonya, motor dan kendaraan yang dirusak kita identifikasi. Belum ada laporan yang merasa dirugikan di sini. Kalau tidak ada yang merasa dirugikan dalam kejadian kemarin, ya kita anggap clear," katanya.

Namun, untuk proses penegakan hukum akan tetap berjalan. Misal, ada kendaraan yang terbakar tak ada nomor polisinya, sehingga perlu diidentifikasi pemiliknya.

"Jadi prosesnya panjang, enak kalau ada yang lapor misalnya mengaku ini kendaraan saya, kan enak. Sampai saat ini belum ada yang melapor ke kita. Proses hukum kita jalankan dalam hal penyelidikan sekarang, masih mengidentifikasi barang bukti yang ada," tutur Hendri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini