nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revitalisasi Perum PGP Bekasi Akan Contek Konsep Banjir Kanal Timur

Wisnu Yusep, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 08:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 338 2156407 revitalisasi-perum-pgp-bekasi-akan-contek-konsep-banjir-kanal-timur-cV2T3WNV37.jpg Warga Perum PGP di Bekasi akan direlokasi (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat berencana untuk merevitalisasi Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Revitalisasi itu nantinya mirip Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta.

Namun sebelum jauh ke sana, Pemerintah Kota Bekasi meminta Pemerintah Pusat untuk membantu mengenai pembebasan lahan di perumahan yang berlangganan banjir itu.

"Nantinya seperti mirip BKT, tapi kita kembalikan fungsi sempadan sungainya dulu," kata Kabid Perencanaan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Erwin Guwinda ketika dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020).

Bila memang Pemerintah Pusat bisa membantu untuk membebaskan lahan, maka pihaknya berencana membangun wilayah itu seperti BKT.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Sebut 75 Persen Warga Perumahan PGP Menolak Direlokasi

"Seperti pembangunan saluran gendong, pembuatan taman, serta pelapis tanggul setinggi 10 hingga 20 meter dari bibir Kali Bekasi," kata dia.

Karena Perumahan PGP sejak awal tidak mengantongi izin analisis dampak lingkungan (Amdal), sehingga banyak pemukiman yang dibangun di wilayah tersebut, maka sudah seharusnya Pemerintah Pusat bisa membebaskan lahan tersebut.

"Seharusnya sempadan sungai memang tidak boleh dibangun apa-apa kan. Tapi nanti ada jalan lingkungan di atas tanggul juga dan ada jalur untuk evakuasi warga," kata Erwin.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku akan merelokasi wilayah Perumahan PGP. Dia pun sudah mengusulkan itu ke Presiden Joko Widodo.

Terlebih, wacana merelokasi warga PGP agar wilayah tersebut dijadikan folder air sudah pernah disampaikannya pada tahun 2013 usai banjir setinggi tiga meter melanda kawasan yang menjadi titik pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi itu.

"Namun warga PGP tidak pernah mau menerima tawaran relokasi tersebut," kata pria yang biasa disapa Pepen itu.

Dia berharap pemerintah pusat pun ikut membantu mengentaskan permasalahan relokasi warga sebab biaya yang dibutuhkan untuk merelokasi permukiman warga tersebut tidak sedikit.

"Kalau pemerintah daerah tidak mampu, tapi kalau pemerintah pusat pasti mampu," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini