nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sakit Hati, Dua Pemuda Bacok Korban hingga Tewas di Tanah Abang

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 09:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 338 2156429 sakit-hati-dua-pemuda-bacok-korban-hingga-tewas-di-tanah-abang-1M0bPgnN3z.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pelaku penganiayaan MA (20) dan FS (16). Keduanya nekat membacok korban berinisial F (16) hingga tewas.

Penganiayaan tersebut terjadi saat tawuran antara dua kelompok massa di kawasan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu 19 Januari 2020 pagi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan FS mengajak teman-temannya tawuran melalui media sosial.

"Dia menyebarkan pesan untuk mengajak anak-anak di Kebon Kacang tawuran dengan kelompok Kampung Bali," kata Heru di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Ia melanjutkan, mereka yang terpancing emosi berkumpul di depan Hotel Verce untuk tawuran.

Ilustrasi (Shutterstock)

"Kedua pelaku membawa celurit. Mereka memancing dengan memukul-mukul portal hingga mengundang kelompok lainnya melempari batu," kata Heru.

Kedua kelompok yang janjian tawuran melalui Instagram ini langsung saling baku hantam dan melempar batu.

"Nah dua tersangka ini langsung menyerang korban. Korban dibacok di bagian kepala belakang. Dia meninggal di Rumah Sakit Tarakan," ucap Heru.

Ia mengungkapkan, pelaku mengaku membacok korban karena sakit hati kerap diejek di media sosial.

"Mereka melakukan aksi melalui janjian di media sosial. Ini yang mesti kita antisipasi," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya belum memastikan apakah pelaku mengonsumsi minuman keras atau narkoba saat melakukan aksinya.


Baca Juga : Bacok Siswa SMA dalam Tawuran di Pasar Minggu, Seorang Pelajar Ditangkap Polisi

"Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini tersangka hanya dua," kata Heru.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


Baca Juga : Pembacokan Siswa SMA di Pasar Minggu karena Dipicu Ejekan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini