nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polres Jakarta Barat Bantah Setrum Luthfi agar Mengaku Lempar Batu ke Polisi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 14:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 338 2156609 polres-jakarta-barat-bantah-setrum-luthfi-agar-mengaku-lempar-batu-ke-polisi-pqC36k8DwL.jpg Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat membantah pengakuan Dede Luthfi Alfiandi (20), terdakwa kasus melawan polisi saat aksi pelajar tolak RKUHP di Gedung DPR RI pada 30 September 2019.

Luthfi mengaku disetrum oleh penyidik agar mengaku melempar batu ke petugas saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin 20 Januari 2020.

"Saya sudah cek ke anak buah. Kejadian kan terjadi pada September. Saya cek, tidak ada kejadian seperti itu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/1/2020).

Audie menjelaskan, yang menangani kasus Luthfi adalah Polres Metro Jakarta Pusat. Pihaknya hanya menyediakan tempat untuk pemeriksaan Luthfi.

"Itu ditangani Polres Metro Jakarta Pusat. Kami hanya ketempatan hanya untuk mengamankan. Kemudian Polres Metro Jakarta Pusat yang tindak lanjuti," tuturnya.

Luthfi pembawa bendera merah putih saat demo di DPR jalani sidang perdana (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

Audie mengatakan, saat penangkapan, Luthfi dalam pengaruh obat-obatan. Ia mengaku heran dengan pengakuan tersebut karena hanya Luthfi yang mengatakan disetrum, sedangkan yang lainnya tidak.

"Dia (Luthfi-red) dalam pengaruh obat-obatan saat diamankan itu. Itu kan keterangan dia di persidangan. Kita pakai logika saja. Waktu itu yang diamankan banyak orang. Kalau dia doang yang disetrum kan tidak mungkin. Misalnya ya kalau terjadi insiden penyetruman. Kalaupun terjadi, pasti kan dilihat banyak orang," katanya.

Dalam persidangan kemarin, Luthfi membeberkan soal penyiksaan tersebut. Ia mengaku disetrum penyidik sekitar 30 menit untuk mengaku melempar batu ke arah petugas.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas. Padahal saya tidak melempar," tuturnya.

Luthfi kemudian mengaku telah melempar petugas lantaran tidak kuat menahan tekanan yang dilakukan petugas. "Saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu. Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini