nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Kemenkumham, Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 16:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 338 2156723 demo-kemenkumham-warga-tanjung-priok-tuntut-yasonna-minta-maaf-uwiNPU8HSG.jpg Demo Warga Priok (Foto: Okezone/Arie)

JAKARTA - Sejumlah massa yang berasal dari kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (22/1/2020). Mereka menggelar aksi dengan tema 'Aksi Damai 221 Priok Bersatu'.

Kedatangan warga Tanjung Priok tersebut untuk menuntut Menkumham, Yasonna Hamonganan Laoly meminta maaf terkait pernyataannya saat berpidato di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Namun sayangnya, massa aksi gagal bertemu dengan Yasonna dalam aksinya kali ini.

"Saya tegaskan Pak Menteri harus minta maaf 2x24 jam. Besok aksi kita gedein di kampung kita, kita paksa menteri untuk minta maaf," kata orator melalui pengeras suara di mobil komando saat menggelar aksi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Warga

Baca Juga: Ada Demo Buruh Tolak Omnibus Law, Pengamanan Gedung DPR Diperketat

Tak hanya itu, para massa aksi juga meminta Yasonna untuk hadir langsung berkunjung ke daerah Tanjung Priok. Hal itu, untuk membuktikan bahwa Tanjung Priok bukanlan daerah rawan kriminal.

Meskipun tidak bertemu dengan Yasonna, massa aksi ditemui oleh jajaran pejabat Kemenkumham. Salah seorang massa aksi, Kemal Abubakar menyatakan tidak ada kesepakatan dengan pejabat Kemenkumham. Intinya, kata dia, Yasonna wajib meminta maaf karena telah menyinggung warga Tanjung Priok.

"Tidak ada dialog dalam pertemuan tadi. Kami tetep bersepakat dengan warga, ini adalah aksi ketersinggungan kita. Kita warga Tanjung Priok dibangun stigmanisasi soal kampung kriminal. Kami warga Tanjung Priok tetap akan mendesak bapak menteri untuk meminta maaf 2x24 jam secara terbuka dihadapan media ini bentuk pelecehan sosial terhadap masyarakat Tanjung Priok," kata Kemal Abubakar di lokasi yang sama.

Kemal menyatakan bahwa warga Tanjung Priok tetap ingin adanya dialog dengan Menkumham. Dia pun mengundang Yasonna untuk datang ke Priok.

"Sekali lagi hari ini kami tidak ada dialog. Kami tetap berharap. Bahkan kami mengundang Pak menteri kapan-kapan kita ngopi di Tanjung Priok. Kita pastikan bahwa Priok itu aman, Priok itu tidak kriminal," ujarnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini