nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir dan Kondektur Bus Jadi Pengedar Sabu 1 Kg

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 14:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 338 2157168 sopir-dan-kondektur-bus-jadi-pengedar-sabu-1-kg-y2A2QgVtWL.jpg Sopir dan kondektur bus jadi pengedar sabu seberat 1 Kg (Foto : Okezone.com/Achmad)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta berhasil menangkap empat orang pengedar narkoba jenis sabu jaringan antar provinsi Jawa-Sumatera.

Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Tagam Sinaga mengatakan keempat pengedar tersebut diketahui berinisial JML yang merupakan kondektur bus, SAB diketahui sopir bus, NDR (40), dan IHM (22). Sementara barang bukti yang diamankan adalah 1 kilogram sabu yang didapati petugas saat  menangkap pelaku di Terminal Kampung Rambutan, Jumat 10 Januari 2020.

Tagam Sinaga menuturkan, cara yang dilakukan para pelaku yakni menitipkan barang haram menggunakan bus yang melintas jalur Sumatera-Jawa. Hal itu bertujuan untuk mengecoh petugas.

"Sabu itu berasal dari Aceh yang diselundupkan melalui bus dari Medan, Sumatera Utara menuju Terminal Bus Kampung Rambutan, Cibubur, Jakarta Timur, jadi barang datang dari Medan dititipkan melalui kondektur dan kenek bus," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (23/1/2020).

Berdasarkan pengakuan para pelaku, para pengedar kerap menitipkan sabu di beberapa lokasi. Ketika sang sopir tiba di lokasi yang sudah ditentukan, mereka biasanya menurunkan sabu 1 hingga 2 kg.

"Jadi ada jaringan mereka, diturunkan satu sampai dua kilogram sabu," ucapnya.

Sementara untuk Terminal Kampung Rambutan, sambungnya, memang sering dijadikan lokasi transaksi sabu yang dikirim melalui bus. "Kami temukan 1 kilogram sabu yang dibungkus menggunakan plastik Teh China warna hijau saat JML dan SAB hendak bertransaksi," bebernya.

Baca Juga : Bunuh Begal, Pelajar di Malang Divonis Pembinaan Selama 1 Tahun

Setelah berhasil menangkap sopir dan kondektur, BNNP DKI melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap pelaku lainnya yakni NDR dan IHM.

Akibat perbuatannya para pelaku terancam bakal dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini