nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cari Anak Hilang, Polisi Dapati Praktik Perdagangan Orang di Apartemen Kalibata

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 18:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 338 2157334 cari-anak-hilang-polisi-dapati-praktik-perdagangan-orang-di-apartemen-kalibata-3Y1jnPDuIX.jpg Kapolres Depok Azis Andriansyah (Foto : Okezone.com/Wahyu)

DEPOK - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok membongkar penyekapan anak-anak di kawasan Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Anak-anak itu nantinya akan dijual kepada pria hidung belang untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Kapolres Depok Kombes Aziz Andriansyah mengatakan pengungkapan perdagangan anak tersebut berawal dari laporan kehilangan anak perempuan berinisial SA (15) yang merupakan warga Depok. Laporan itu dilakukan seorang ibu berinisial NJ yang kehilangan putrinya satu bulan lalu, tepatnya 31 Desember 2019 dan pelaporan ke pihak kepolisian dilakukan NJ pada 4 Januari 2020.

"Atas dasar laporan tersebut kita melakukan penyelidikan dan penyidikan intensif untuk mengetahui di mana keberadaan korban," kata Aziz di Polres Depok, Kamis (23/1/2020).

Polisi tangkap para pelaku perdagangan orang di Apartemen Kalibata (Foto : Okezone.com/Wahyu)

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, pihaknya mengungkap lokasi keberadaan korban, yakni di salah satu apartemen di kawasan Kalibata. Dengan dibantu pihak keamanan apartemen, tim melakukan penggeledahan di salah satu kamar yang diduga tempat berada anak tersebut.

"Setelah digrebek, ternyata memang anak yang hilang atas nama SA bersama dengan beberapa kawannya yang di bawah umur juga (perempuan), dan bersama beberapa orang laki-laki berada dikamar itu," tuturnya.

Mereka pun segera diamankan ke Polres Depok. Aziz menuturkan, dari pengakuan korban, mereka dikoordinir dan dijajakan oleh seorang laki-laki bernama JF dan FD. Polisi yang menangkap pelaku bersama anak-anak itu mengaku jika anak-anak yang disekap akan dijadikan sebagai PSK.

"Gadis-gadis ini dieksploitasi secara ekonomi dan seksual semenjak 4-6 bulan yang lalu. Dan korban anak hilang yang dilaporkan oleh ibunya tadi juga rencananya akan dieksploitasi secara ekonomi maupun seksual. Namun bisa digagalkan oleh Unit PPA Polres Metro Depok," ungkapnya.

Baca Juga : Kronologi Siswi Bengkulu Dimutilasi lalu Tubuhnya Dibuang ke Sungai Air Merah

Karena itu, kata Aziz, polisi kan menindaklanjuti kasus perdagangan orang yang ditawarkan oleh para joki tersebut. Jika perlu akan dilakukan penyidikan tindak pidana eksploitasi ekonomi maupun seksual terhadap anak.

"Barang bukti yang diamankan sementara masih handphone. Nanti akan digali dalam lagi, kita akan bekerjasama dengan Polres Metro Jakarta Selatan," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini