nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Banjir, 10 Titik Jalan Rusak di Bekasi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 22:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 338 2157449 pasca-banjir-10-titik-jalan-rusak-di-bekasi-wnOZBRjG31.jpg Jalan Rusak di Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)

BEKASI - Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Arif Maulana mencatat ada sebanyak 10 titik yang rusak akibat banjir pada awal tahun 2020.

Seperti terjadi di Jalan Joyo Martono, Kecamatan Bekasi Timur. Lokasi rusaknya jalan tersebut persis di depan Bekasi Trade Center (BTC). Jalan menuju pintu tol Bekasi Timur ini dalam kondisi rusak berat. Jalan rusak itu sifatnya yang berlubang terkelupas aspalnya.

Menurut data, jalan yang rusak tersebut meliputi ruas Jalan Joyomartono, Jalan Chairil Anwar, Jalan Ahmad Yani, Jalan Perjuangan, Jalan Perjuangan, Jalan Pejuang, Jalan Lingkar Utara, Jalan Siliwangi, Jalan Lingkar Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML).

Kemudian Jalan Lingkar Perumahan Kemang IFI, Jalan Lingkar Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Kecamatan Jatiasih. Ketiga lokasi ini memang jalanya rusak akibat diterjang banjir pada awal tahun ini.

 Jalan Rusak

Sementara tujuh titik lainya kerusakanya disebabkan berbagai alasan mulai dari beban jalan, maupun karena intensitas hujan. Kebanyakan kerusakan itu berada di jalan protokol, beberapa ruas jalan itu juga menjadi penghubung antara Kota Bekasi dengan daerah lain. Seperti dengan DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi.

Sedangkan untuk status jalan provinsi seperti Jalan Siliwangi dan Jalan Joyomartono, bakal menyurati Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Kerusakan jalan tersebut, kata dia, bukan semata-mata akibat diterjang banjir. Melainkan intensitas hujan yang mengguyur Bekasi belakangan ini membuat sejumlah jalan mengalami kerusakan. Kondisi jalan berlubang itu terjadi hingga merata di Kota Bekasi.

Saat ini, kata dia, pemerintah sedang melakukan pendataan dan akan dilakukan penanganan di jalan berlubang tersebut. Misalnya, di ruas jalan protokol bisa ditemukan di Jalan Chairil Anwar dan Jalan Joyomartono, kerusakan rata-rata ditimbulkan karena tergenang air hujan dan beban jalan karena sering dilintasi kendaraan berat.

Alhasil, permukaan menjadi tidak rata dan menimbulkan lubang antara 10-20 centimeter. Akibatnya, jalan berlubang itu sangat membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Alasan lainnya, jalan di Kota Bekasi yang terus mengalami kerusakan disebabkan kemiringan tanah dari bibir pantai hingga Kota Bekasi hanya dua derajat.

Dengan kemiringan itu membuat wilayahnya menjadi rawan banjir. Ditambah mayoritas jalan didominasi oleh jalan aspal yang akan mudah rusak jika sering terendam air.

"Itu sebabnya, ketika satu titik diperbaiki, akan muncul kerusakan di titik lain terutama saat musim hujan seperti saat ini,” kata dia ketika dikonfirmasi Okezone, belum lama ini.

Untuk itu, kata dia, pemerintah sedang mencari metode perbaikan dan menyiapkan perbaikan menyeluruh setelah memasuki musim kemarau mendatang. Karena perbaikan sangat efektif saat tidak hujan.

"Hingga saat ini baru ada 10 titik jalan rusak, tapi kami masih mengindentifikasi jalan rusak di Bekasi," kata dia.

Pasca-banjir menerjang Kota Bekasi pada awal tahun 2020 membuat sejumlah ruas jalan berlubang. Jalan-jalan tersebut rusak karena kondisi aspal yang sudah semestinya diganti.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Bina Marga, Eka Chorid mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan perihal jumlah jalan yang rusak akibat banjir. Pasalnya, pihaknya masih melakukan penyusuran terhadap jalan yang rusak akibat banjir awal tahun 2020 itu.

"Kalau titik-titik sih kiranya masih dihitung ya termasuk berapa KM-nya, karena teman-teman masih mendata, mereka masih kita sebar. Jadi belum semua bisa ke data untuk menghitung itu," kata dia ketika ditemui Okezone di kantornya.

Untuk data sementara, kata dia, titik jalan terparah akibat banjir berada di wilayah Jatiasih. Sementara sisanya tersebar di beberapa titik yakni, Pondok Gede, Pondok Melati dan Jatisampurna.

"Titik-titiknya kalau dilihat dari dampak banjir itu kan terkonsentrasi di Jatiasih itu yang paling banyak mungkin bisa di atas 50 persen sendiri," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini