nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Spanduk Kerajaan Abal-Abal 'King of The King' Titisan Soekarno di Tangerang

Isty Maulidya, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 338 2159486 polisi-copot-spanduk-kerajaan-abal-abal-king-of-the-king-di-tangerang-jw1ThPTRs1.jpg Foto Istimewa

TANGERANG - Masyarakat Kota Tangerang dihebohkan oleh keberadaan spanduk kerajaan abal-abal yang terpasang di Poris Plawad, Tangerang. Spanduk tersebut bertuliskan ‘King of The King'. YM Soekarno. Mr. Dony Pedro’. 

Kerajaan tersebut mengaku sebagai titisan dari Presiden Soekarno, dan mengklaim bahwa raja tersebut bekerjasama dengan Presiden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI yang disebut terbentuk untuk melunasi hutang negara.

Kabag Humas Polrestro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim menerangkan bahwa spanduk tersebut sudah diturunkan oleh satpol PP pada Senin, 27 Januari 2020. Penurunan spanduk tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan adanya spanduk tersebut.

"Kemarin ada laporan dari masyarakat adanya spanduk bertuliskan King of The King, pihak kami juga koordinasi dengan Satpol PP Kota Tangerang untuk selanjutnya dilakukan penurunan spanduk," kata Abdul Rachim saat dikonfirmasi pada Selasa, (28/1/2020).

Pihak Polrestro Tangerang Kota juga menyita spanduk tersebut untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan kerajaan tersebut. Namun, hingga saat ini Abdul Rachim mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan apapun terkait aktivitas mencurigakan dari kerajaan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada laporan, tujuan penurunan spanduk agar tidak ada keresahan di masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyadi mengimbau agar masyarakat waspada terhadap pihak yang mengaku sebagai raja. Ia juga meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang jika ada aktivitas yang mencurigakan dan berpotensi memiliki unsur pidana.

"Jika ada hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal, segera laporkan kepada polisi. Masyarakat juga harus waspada dan tidak perlu percaya jika ada pihak yang mengklaim kerajaan baru," kata Sugeng.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini