nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Penipuan Umrah, Direktur PT Damtour Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 14:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 338 2160072 kasus-penipuan-umrah-direktur-pt-damtour-dituntut-3-5-tahun-penjara-INNlNN2UXN.jpg Hambali Abbas (Foto : Polresta Depok)

DEPOK - Kasus penipuan agen perjalan umrah PT. Damtour telah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Agen tersebut diketahui melakukan penipuan terhadap ratusan jamaah umrah hingga miliaran rupiah.

Setelah jalani rangkaian persidangan Direktur agen umrah PT. Damtour atas nama Hambali Abbas alias Abas (40) dinyatakan bersalah, dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siswatiningsih selama tiga tahun dan enam bulan pejara.

"Berdasarkan Nomor Perkara 604/Pid.B/2019/PN Depok atas nama Hambali Abbas alias Abas, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Terdakwa dituntut terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sejumlah dana milik jamaah umroh yang tidak bisa diberangkatkan," kata JPU Siswatiningsih di Kejaksaan Negeri Depok, Rabu (29/1/2020).

Dalam Surat Dakwaan JPU menyebutkan terdakwa baru memiliki Izin Penyelenggaraan Umroh (PPIU) Nomor: D/196/2014 tanggal 24 Maret 2014 yang dikeluarkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Namun, terdakwa sudah memberangkatkan jamaah umrah sejak Tahun 2011 dengan cara menitipkan ke Travel Umrah lain.

Sementara pada 2012, terdakwa belum memiliki izin travel umrah dan terdakwa terkena masalah penipuan dengan agen tiket pesawat sebesar Rp450 Juta dan Rp1,3 miliar di tahun 2013.

"Atas masalah itu lalu terhutang membuat promo-promo untuk menarik jamaah untuk menutupi utang-utang tersebut dengan cara memutar dana jamaah umrah yang masuk," jelasnya.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa dengan cara, dana jamaah umrah yang masuk di Tahun 2014 digunakan untuk memberangkatkan jamaah umrah yang sudah mendaftar di tahun 2012 dan tahun 2013.

Baca Juga : ATVSI Ingin RUU Penyiaran Perketat Aturan Siaran Internet

"Dana jamaah umrah yang masuk di Tahun 2015 digunakan untuk memberangkatkan jamaah umrah yang mendaftar di tahun 2014 dan dana umrah yang masuk tahun 2016, digunakan untuk memberangkatkan jamaah umrah yang mendaftar di tahun 2015," imbunya.

Sementara Tahun 2016, terdakwa tidak bisa lagi memberangkatkan jamaah umrahnya dengan tarif biaya promo yang ditawarkan terdakwa kepada calon jamaah berkisar antara Rp15.500.000 hingga Rp16.500.000. Namun biaya itu tidak dapat mencukupi total biaya perjalanan umrah yang sesungguhnya sebesar Rp17.569.000. Akibatnya utang terdakwa makin menumpuk sehingga kesulitan keuangan dan akhirnya terdakwa melarikan diri.

Akibat perbuatan itu maka saksi Boche Rahman dan saksi Rini Purwandari mengalami kerugian sebesar Rp47 Juta. Sementara saksi Agus Susmanto mengalami kerugian Rp16.800.000, Saksi Raharjo mengalami kerugian Rp23.500.000, Saksi Tri Komariyah mengalami kerugian sebesar Rp24.150.000, Saksi Budi Samani mengalami kerugian Rp 18.500.000, Saksi Kuswati mengalami kerugian Rp17.450.000, Saksi Eny Yuniarti mengalami kerugian Rp21 juta, dan Saksi Minarsih mengalami kerugian sebesar Rp 21.500.000.

"Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa dengan Dakwaan Alternatif. Pertama, Pasal 378 KUHPidana jo Pasal 65 Ayat (1) KuHPidana atau Kedua, Pasal 372 KUHPidana jo Pasal 65 Ayat (1) KUHPidana," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak ratusan calon jamaah umrah gagal menunaikan ibadah ketanah suci Makkah, Arab Saudi karena ditipu oleh agen perjalan umrah PT. Damtour yang beralamat di Jalan Tole Iskandar No.6-7 Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Meraka para korban berasal dari 15 daerah yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Padang, Palembang, Indramayu, Kuningan, Kebumen, Ciamis, Brebes, Surabaya, Lampung dan Madura dengan kerugian senilai Rp4 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini