nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan Luthfi Disetrum dan Dianiaya Polisi Dinilai Tidak Terbukti

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 30 338 2160850 pengakuan-luthfi-disetrum-dan-dianiaya-polisi-tidak-terbukti-mGqH5vjox3.jpg Karo Pemnas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 16 orang saksi terkait pengakuan demonstran pembawa bendera merah putih, Luthfi Alfiandi (20) yang mengaku mendapatkan penyiksaan oleh oknum anggota Polisi.

"Itu sudah melakukan klarifikasi atau memeriksa 16 orang. Itu terdiri dari siapa saja? Jadi ada anggota yang mengantar tersangka itu ke Jakarta Barat, kemudian ada pengacara yang mendampingi, kemudian temannya tersangka yang juga pada saat itu dilakukan pemeriksaan," kata Argo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Hingga akhirnya Luthfi dipindahkan petugas dari Polres Jakarta Barat ke Jakarta Pusat. Namun, sebelum dipindahkan Luthfi sempat menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Luthfi

Baca Juga: Luthfi Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Dituntut 4 Bulan Penjara

Kemudian dari semua hasil pemeriksaan tersebut, Jendral bintang satu itu berujar tidak ada bukti yang mengarah kepada penyiksaan berdasarkan pengakuan Luthfi.

"Jadi sementara itu yang ditemukan, jadi tidak ada keterangan daripada pengacara, temannya tersangka, maupun yang ditemukan tim ini adanya penyiksaan," beber Argo.

Sebelumnya, dalam persidangan, Lutfi mengaku dipaksa polisi mengakui melempar batu ke aparat kepolisian. Selain dipukul, Lutfi mengaku disetrum polisi agar mengakui perbuatannya tersebut.

Dalam perkara ini, Luthfi didakwa melawan polisi saat aksi tolak RKUHP di depan Gedung DPR pada 30 September 2019. Lutfi, disebut jaksa, melakukan kekerasan kepada polisi yang berjaga di depan Gedung DPR.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini