KPAI Minta Pemprov DKI Tinjau Ulang Izin Apartemen Kalibata City

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 338 2161003 kpai-minta-pemprov-dki-tinjau-ulang-izin-apartemen-kalibata-city-Qls8lmzeCd.jpg ilustrasi

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemrov DKI Jakarta meninjau ulang perizinan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, lantaran di lokasi tersebut kerap dijadikan praktik prostitusi anak.

“Sebelumya kami pernah datangi lokasi tersebut di tahun 2018, saat itu kami berharap itu kasus terakhir. Namun di awal 2020 ini terjadi lagi, jadi kami meminta jika ada indikasi penyalahgunaan perizinan harap ditinjau kembali, apalagi ada praktik culas yang membahayakan anak,” kata Komisoner KPAI Jasra Putra kepada Okezone, Jumat (31/1/2020).

Jasra berharap, agar kasus yang menimpa tiga anak berinisial JO (15), NA (15), dan AS yang sebelumnya dilaporkan hilang, kemudian terungkap bahwa ketiga anak tersebut diduga dijual kepada para lelaki hidung belang diminta dilakukan penyelidikan lebih mendalam.

“Kami minta kepada polisi agar kasus ini terus dibongkar hingga pada akar-akarnya,” ujarnya.

Jasra juga meminta jika dalam penelusuran kasus tersebut ditemukan para oknum yang mengambil keuntungan, agar tidak segan-segan untuk mempidanakannya.

“Jika ada oknum yang bermain mata dan mendapatkan keuntungam dari situasi-situasi itu. Harus ada tindakan tegas. dari pemrov soal ijin atau apa namanya kalau memang para pihak properti itu menyalahgunakan tentu sangsi tegasnya,” tutupnya.

Baca Juga : Hasil Lab Menunjukkan Penerjemah di Sulut Dinyatakan Negatif Virus Korona

Untuk diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana ekploitasi terhadap anak di Apartemen kalibata City. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama menuturkan para korban diwajibkan untuk melayani empat orang pelanggan. Layanan itu bisa diberikan di dalam apartemen atau di luar apartemen.

Dari penangkapan tersebut, Polisi telah menangkap enam pelaku berinisial AS (17), NA (15), MTG (16), ZMR (16), JF (29), dan NF (19). Dari keenam pelaku, dua orang di antaranya yakni AS dan NA juga sekaligus korban. Sementara korban satu lagi berinisial JO (15).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini