nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tidak Berlakukan Denda bagi Mobil Parkir di Sekitar Ganjil-Genap

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 16:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 31 338 2161368 polisi-tidak-berlakukan-denda-bagi-mobil-parkir-di-sekitar-ganjil-genap-n94ijaNVhG.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Subdit Bin Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar membantah informasi yang beredar di masyarakat soal pemberlakukan denda bagi kendaraan roda empat atau mobil yang parkir di jalan yang terkena aturan ganjil genap.

"Enggak, kalau kita masih yang melintas di jalan ya (bukan yang parkir), kan kawasan ganjil genap," kata Fahri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/01/2020).

 Baca juga: DKI Sediakan Tempat Parkir Ganjil-Genap di Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Dalam informasi yang beredar tersebut dikatakan bahwa, kendaraan roda empat yang memarkir kendaraannya diruas jalan yang diberlakukan aturan ganjil genap akan di diderek dan akan dikenai denda sebesar Rp500 ribu.

Aturan tersebut ditulis berlaku pada waktu pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-21.00 WIB.

"Yang melanggar akan diderek dan kena denda 500ribu. Mohon diperhatikan Terimakasih #MajuKotanyaBahagiaWarganya#," tulis informasi tersebut.

 Baca juga: Hari Ini Sistem Ganjil-Genap di Jalanan Jakarta Kembali Diberlakukan

Fahri menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum pernah mengeluarkan peraturan tersebut. Sebab kata dia berdasarkan Pasal 287 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, dan Angkutan Jalan mereka yang akan dikenai sanksi adalah pengendara yang mengemudikan kendaraanya bukan saat memarkir.

"Kalau sampai saat ini yang kita lakukan penindakan itu, yang melintas jalan karena kan setiap pengemudi kendaraan bermotor, berarti kan dijalan, nah kalau mobilnya parkir sekarang kena pasal berapa? kan yang kena itu adalah pelanggaran rambu dan parka Pasal 287 berarti pengemudi yang menggunakan," jelasnya.

"Enggak tahu siapa yang sampaikan informasi tapi yang pasti dari Ditlantas dipastikan tidak," sambungnya.

Diketahui Pasal 287 Ayat 1 itu berbunyi 'setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000'.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini