nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Kerajaan 'King of The King' yang Menghebohkan Publik

Alifa Muthia Diningtyas, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 21:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 338 2161469 fakta-fakta-kerajaan-king-of-the-king-yang-menghebohkan-publik-WQqNH8fZya.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Setelah kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung, Indonesia kembali dihebohkan dengan kemunculan "kerajaan" baru, yaitu King of The King di Kota Tangerang.

King of The King oleh petingginya disebut sebagai titisan dari Presiden Soekarno, dan mengklaim bahwa raja tersebut bekerjasama dengan lembaga keuangan tertinggi dunia untuk melunasi utang negara. Berikut sejumlah fakta terkait King of The King:

1. Hebohkan Masyarakat Tangerang

Awal kemunculan kerajaan abal-abal ini saat masyarakat Kota Tangerang dihebohkan dengan keberadaan spanduk bertuliskan 'King of The King' di Poris Plawad, Tangerang. Lewat spanduk itu, King of The King mengklaim akan membayarkan seluruh utang-utang negara.

Saat ini, spanduk tersebut sudah diturunkan oleh satpol PP dan Pihak Polresto Tangerang Kota menyitanya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

2. Mengkalim Mampu Lunasi Utang Negara

 

Berdasarkan pemeriksaan Polresto Tangerang Kota, Perwakilan King of The King Prapto mengkalim bahwa kelompok itu dapat menyejahterakan rakyat Indonesia dan meluasi utang negara.

Petinggi dari kelompok tersebut, Juanda juga mengklaim memiliki kekayaan Rp60.000 triliun di bank Union Switzerland (UBS) dan menjabat sebagai Presiden di bank tersebut. Menurutnya, kekayaan tersebut merupakan aset yang ditinggalkan Soekarno dan resmi diserahkan kepada King of The King.

3. Dua Pimpinan Ditetapkan Tersangka

Polres Metro Tangerang Kota menetapkan tersangka dua petinggi King of The King, lantaran menyebarkan berita bohong di masyarakat. Namun, polisi tidak memberikan informasi identitas kedua orang tersebut.

Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli yang dimintai keterangan dalam penyidikan kasus ini.

4. 93 Orang Jadi Korban Penipuan

 

Sekira 93 orang menjadi korban penipuan kedua tersangka dengan kedok menarik uang pendaftaran anggota King of The King, dan berjanji mengembalikannya dengan nilai miliaran rupiah.

Hasil penyelidikan polisi sementara, kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai Rp50 juta dan menyita beberapa barang bukti, yaitu buku rekening tersangka, bukti transfer, dan sejumlah dokumen lain sebagai modus penipuan.

 

5. Spanduk Kerajaan Terpasang di Bebebrapa Wilayah

 

Spanduk kerajaan aabal-abal ini tidak hanya terpasang di Kota tangerang saja, melainkan juga tesebar mulai dari Banten, Ngajuk, hingga Kutai Timur. Selain itu, polisi juga sudah menangkap dan menentapkan sebagai dua orang kaki tangan dari pimpinan king of The King di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Polisi menyebut keduanya sebagai koordinator wilayah. Saat ini, sudah ada 93 orang pengikut di Kalimantan Timur.

Tidak hanya di Kalimantan Timur saja, sebanyak 48 warga di Jawa Timur juga menjadi pengikut King of The King. Mereka tertarik menjadi anggota karena dijanjikan uang Rp3 miliar setelah mebuka rekening dan mentransfer uang mulai dari Rp100 ribu sampai Rp1,5 juta ke istri pimpinan kelompok itu.

 

6. Petinggi Kerajaan Ternyata ASN Karawang

 

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat membenarkan jika salah seorang petinggi King of The King, merupakan ASN di wilayah ini. ASN tersebut, yakni Juanda, yang sampai saat ini tercatat sebagai pegawai aktif serta menjabat Kasi Kesos di Kecamatan Banyusari. Juanda mengaku sudah terlibat dalam King of The King sejak 2014 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini