Share

DPRD DKI Akan Panggil Arsitek Pemenang Desain Revitalisasi Monas

Fadel Prayoga, Okezone · Minggu 02 Februari 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 338 2161955 dprd-dki-akan-panggil-arsitek-pemenang-desain-revitalisasi-monas-1bEdgKUGay.jpg Revitalisasi Monas (Foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan, akan memanggil arsitek pemenang desain revitalisasi Monumen Nasional (Monas), Deddy Wahjudi. Pemanggilan Deddy untuk mengetahui konsep awal revitalisasi Monas.

Pasalnya, dirinya heran dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang mengharuskan menebang pohon dalam proses revitalisasi Monas.

“Makanya kita akan cari tahu hasil lomba dengan konsep mereka (Pemprov), karena masih simpang siur kan, kami sedang mengumpulkan data-data," kata Ida kepada Okezone, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Arsitek Pemenang Sayembara Revitalisasi Monas Sebut Tak Ada Rencana Penebangan Pohon 

Ia menjelaskan, pemanggilan itu akan dilakukan setelah surat izin revitalisasi Monas dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno keluar.

 Revitalisasi Monas

Hal itu merujuk Keppres Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Pemprov DKI harus mengajukan izin ke Mensesneg saat akan merenovasi Monas selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

"Kita mau tahu konsepnya, sekarang surat izinya juga belum ada kan, kalau memang di dalam lomba itu ada kesalahan, nah itu (akan dicek), tapi saya yakin Mensesneg akan cek detail itu," ujarnya.

Baca Juga: Begini Kondisi Proyek Revitalisasi Monas Setelah Dihentikan Sementara 

Sebelumnya, Deddy angkat bicara ihwal polemik penebangan 190 pohon yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam renovasi salah satu ikon Ibu Kota tersebut. Deddy menyebut dirinya dalam mengusung konsep revitalisasi itu tak mengimbau untuk melakukan penebangan pohon.

“Kalau kami di sana dalam pengambilan keputusan bisa menyarankan bahwa biar aja plaza melebar tapi pohon-pohon tetap dipertahankan,” kata Deddy saat dihubungi, Jumat 31 Januari 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini