Cerita Ketua RT saat Detik-Detik Penangkapan Penghina Risma

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 03 Februari 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 338 2162267 cerita-ketua-rt-saat-detik-detik-penangkapan-penghina-risma-KzvryvcjaI.jpg Ketua RT 04 Komar Saleh (Foto: Okezone/ Putra Ramadhani)

BOGOR - Zikria Dzatil ditangkap polisi atas kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani. Perempuan warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04 RW 16, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor itu diduga menghina Risma melalui akun Facebook.

Ketua RT 04, Komar Saleh menceritakan detik-detik penangkapan Zikria oleh polisi yang berlangsung pada Jumat 31 Januari 2020 malam. Saat itu, ia didatangi aparat kepolisian yang memintanya untuk mendampingi masuk ke rumah Zikria.

"Ke saya bilang (polisi) Pak RT, malam ini harus tuntas. Karena rada susah masuk ke rumahnya enggak dibukain pintu udah diketok-ketok. Versi polisi, dia udah mantau tiga hari lampu depan mati terus, gelap tapi yakin di dalam rumah ada orang (Zikria)," kata Komar, ditemui Okezone, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Pemilik Akun Penghina Risma Ditangkap, Pemkot Serahkan Proses Hukum ke Polisi 

Kemudian, Komar menelepon suaminya yang kala itu sedang berada di luar untuk menjelaskan situasi malam penangkapan. Setelah tersambung, barulah Zikria membukakan pintu rumah dan polisi masuk.

"Ya mungkin takut ya, kaget ada orang enggak dikenal ketok-ketok gitu jadi enggak dibukain pintu. Setelah telepon suaminya, mungkin suaminya itu langsung telepon dia (Zikria) baru tuh cair (suasana) akhirnya dibukain pintu rumahnya," tambah Komar.

Rumah penghina Risma 

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, polisi lantas berbincang-sedikit kepada Zikria sebelum akhirnya digelandang ke dalam mobil polisi sekira pukul 23.00 WIB. Dari situ lah, Komar mengaku baru mengetahui dugaan pelanggaran hukum yang menimpa Zikria.

"Baru tahu ya pas itu. Saya enggak tahu pasti apa yang dibawa, soalnya saya pulang duluan karena suaminya juga di jalan sudah mau sampai," ungkapnya.

Baca Juga: Pengakuan Ketua RW tentang Sosok Penghina Wali Kota Surabaya 

Sebelumnya, akun Facebook Zikria Dzatil dilaporkan Pemkot Surabaya ke polisi pada 21 Januari 2020. Akun Zikria tersebut dilaporkan setelah mengunggah foto Wali Kota Risma dengan keterangan yang diduga berisi ujaran kebencian atau penghinaan.

Suara tuntutan juga dilakukan oleh warga Surabaya yang menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya dan depan Balai Kota Surabaya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini