Share

Tertipu Wedding Organizer, Pasangan di Depok Menikah Tanpa Dekorasi dan Katering

Selasa 04 Februari 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 338 2163235 tertipu-wedding-organizer-pasangan-di-depok-menikah-tanpa-dekorasi-dan-katering-uZ6RRODbK5.JPG Tangkapan layar wedding organizer palsu yang dilaporkan polisi (Foto: iNews.id)

DEPOK - Sejumlah calon pasangan pengantin menyambangi kantor Polrestro Depok untuk melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) bernama Gallery Pandamanda. Para korban tertipu hingga puluhan juta rupiah.

Salah satu korban, Isnaini, mengaku sudah menyetorkan uang hingga Rp65 juta. Dia terpaksa menikah seadanya tanpa dekorasi hingga katering.

"Saat hari H akad, dekor sama katering sama sekali belum ada," ucap Isnaini di Depok, melansir iNews.id, Selasa (4/2/2020).

Dia mengaku malu karena para tamu pernikahan tidak bisa terlayani dengan baik. Bahkan dia harus memakai dekorasi bekas pernikahan sebelumnya.

"Untungnya pagi ada nikahan, kami pakai janur yang pagi tadi. Enggak ada nama atau apa," keluhnya.

Isnaini juga mengaku sudah melunasi pembayaran sejak Desember 2019 lalu. Saat menikah pada Minggu 2 Februari 2020, dia tidak menerima paket yang dijanjikan wedding organizer tersebut.

"Padahal ada undangan 400 orang," ujarnya.

Saat disambangi di rumah pemilik WO, Isnaini juga tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Akhirnya dia memilih menempuh jalur hukum. "Saya lapor polisi," singkatnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Selain Isnaini, Prasetyo juga mengaku menjadi korban penipuan WO. Dia sedianya akan segera menikah pada 29 Februari 2020 mendatang. "Saya sudah DP Rp30 juta," katanya.

Hingga kini, belum ada perbincangan tekait persiapapan menikah. Dia yang merasa tertipu juga ikut melaporkan ke Polrestro Depok. "Sampai sekarang enggak ada rapat, dekor, atau katering," ucapnya.

Pelaku sudah diamankan di Polrestro Depok. Polisi kini masih terus mengembangkan kasus ini demi mengantisipasi adanya korban lain akibat penipuan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini