Share

Pelaku Penipuan WO Pandamanda Jadi Tersangka, Kerugian Korban Rp2,5 Miliar

Wahyu Muntinanto, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 338 2163911 pelaku-penipuan-wo-pandamanda-jadi-tersangka-kerugian-korban-rp2-5-miliar-oD7hoxzg9q.jpg Anwar, pelaku penipuan lewat WO Pandamanda. (Foto: Okezone.com/Wahyu M)

DEPOK - Penyidik Polres Metro Depok menetapkan Anwar (32), warga Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat sebagai tersangka. Anwar terbukti bersalah karena telah melakukan penipuan 35 pasangan calon pengantin lewat wedding organizer (WO) miliknya, Gallery Pandamanda.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, penyidik memperkirakan total kerugian korban mencapai Rp2,5 miliar.

"Tersangka kami tangkap di Kantor WO Pandamanda, Jalan Pramuka Raya Nomor 03, Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Calon korban sebanyak 35 orang yang sudah mengadu dan didata sudah membayar lunas untuk acara 2 bulan ke depan, total kerugian diperkirakan dari korban dan calon korban Rp2,5 miliar," kata Azis saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2020).

Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan 1 bundel bukti-bukti transfer pembayaran, 1 bundel album foto prewedding, perangkat alat kantor, kartu ATM, serta 1 bundel print rekening pembayaran para korban.

(Foto: iNews.id)

Pelaku dijerat Pasal 378 juncto 372 KUHP soal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah calon pasangan pengantin menyambangi kantor Polrestro Depok untuk melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Gallery Pandamanda.

Baca juga: Tertipu Wedding Organizer, Pasangan di Depok Menikah Tanpa Dekorasi dan Katering

Salah satu korban, Isnaini mengaku sudah menyetorkan uang hingga Rp65 juta. Dia terpaksa menikah seadanya tanpa dekorasi hingga katering.

"Saat hari H akad, dekor sama katering sama sekali belum ada," ucap Isnaini di Depok, Selasa 4 Februari 2020.

Dia mengaku malu karena para tamu pernikahan tidak bisa terlayani dengan baik. Bahkan dia harus memakai dekorasi bekas pernikahan sebelumnya."Untungnya pagi ada nikahan, kami pakai janur yang pagi tadi. Enggak ada nama atau apa," keluhnya.

Isnaini juga mengaku sudah melunasi pembayaran sejak Desember 2019. Saat menikah pada Minggu 2 Februari 2020, dia tidak menerima paket yang dijanjikan.

"Padahal ada undangan 400 orang," ujarnya.

Saat disambangi di rumah pemilik WO, Isnaini juga tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Akhirnya dia memilih menempuh jalur hukum. "Saya lapor polisi," singkatnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini