Polisi Tangkap 3 Orang Terkait Tawuran yang Tewaskan Pelajar SMK di Depok

Wahyu Muntinanto, Okezone · Kamis 06 Februari 2020 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 338 2164018 polisi-tangkap-3-orang-terkait-tawuran-yang-tewaskan-pelajar-smk-di-depok-oX7fou4uWh.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Foto: Shutterstock)

DEPOK – Satreskrim Polres Metro Depok mengamankan tiga siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Ketiganya diduga ikut melakukan penganiayaan dalam tawuran antarpelajar di Jalan Mochtar, Sawangan, pada Kamis 30 Januari 2020 malam.

Ketiga pelajar itu masing-masing berinisial G, F, dan AQ. Mereka diketahui masih berada dibawah umur. Para pelajar tersebut ditangkap karena diduga menganiaya pelajar lainnya inisial MN (16) hingga tewas dengan luka senjata tajam di leher dan paha.

Baca juga: Tawuran di Depok, Pelajar SMK Tewas dengan Luka di Leher dan Paha 

"Sementara sudah ditangkap tiga pelaku, sedang kita lakukan penyidikan. Inisialnya G, F, dan AQ. Mereka semua masih di bawah umur," kata Kasubag Humas Polres Metro Depok AKP Firdaus saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 5 Februari 2020.

Selain tiga pelajar tersebut, polisi saat masih mencari terduga pelaku lainnya. Firdaus mengatakan, polisi pun sudah mengantongi identitas pelaku dan menetapkannya masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Remaja pria inisial AR ini ditetapkan DPO karena diduga sebagai pelaku tewasnya MN. Sekarang sedang kita kejar," imbuhnya.

Tawuran antarpelajar hingga merenggut korban jiwa kembali terjadi di Kota Depok. Perkelahian dua kelempok siswa SMK itu menyebabkan seorang pelajar berinisial MN (16) meninggal dunia di Rumah Sakit Permata Kota Depok.

Baca juga: 1 Pelajar Tewas, 20 Pelaku Tawuran Diamankan di Kota Bogor 

Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan pihaknya mengetahui adanya korban tewas dalam tawuran pelajar setelah mendapat informasi dari petugas keamanan RS Permata Depok. Sebab ketika itu korban MN diantar dua temannya RA dan MR menggunakan motor pada Kamis 30 Januari malam.

"Kami terima laporan satpam rumah sakit bahwa ada korban tawuran yang dianterin oleh dua temannya menggunakan motor dengan bonceng tiga. Itu pun kejadianya malam hari," kata Suprasetyo kepada wartawan, Jumat 31 Januari.

Dokter rumah sakit yang menangani korban langsung memberikan pertolongan darurat. Banyaknya darah yang keluar dari luka robek akibat senjata tajam di bagian leher dan paha kanan membuat korban tidak bisa diselamatkan.

"Korban mengalami luka robek pada leher sepanjang 14 sentimeter, luka robek pada paha sebelah kanan sepanjang 29 sentimeter. Korban dinyatakan meninggal diduga kehabisan darah," tuturnya.

Baca juga: Diduga Tawuran, Remaja di Bogor Tewas Tertusuk di Punggung 

Usai kejadian itu, sejumlah anggota kepolisian melakukan penyisiran dan memeriksa sejumlah saksi serta barang bukti di lokasi kejadian.

"Di lokasi kejadian tawuran, kami sudah melakukan olah TKP dan menysir kembali sekitar lokasi. Selain itu sejumlah saksi masih dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Baca juga: Viral Perkelahian Dua Kelompok Remaja Putri Berseragam Sekolah 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini