Pembobol Rekening Ilham Bintang Beli Emas di Toko Online

Kamis 06 Februari 2020 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 338 2164028 pembobol-rekening-ilham-bintang-beli-emas-di-toko-online-jAVINoj2yp.jpg Polda Metro Jaya mengekspose para pelaku pembobolan rekening Ilham Bintang. (Foto: Irfan Ma'ruf/iNews.id)

JAKARTA – Satu dari delapan tersangka kasus pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang diketahui membelanjakan hasil jarahannya. Tersangka Dsr alias Erw (27) membeli emas secara daring (online).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka Dsr membeli emas di beberapa situs internet. Dari pembelian tersebut ternyata menghasilkan uang.

"Contoh beli emas kemudian bisa jadi uang. Emas itu ditransfer masuk ke rekening penampung. Dari Bank Commonwealth Rp200 juta lebih dan BNI Rp83 juta," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu 5 Februari 2020, mengutip dari iNews.id.

Tersangka Dsr merupakan bos dari sindikat penipuan asal Sumatera Selatan. Sedangkan tujuh tersangka lainnya yakni TR (46), Wsn (52), AY (53), JW (33), HBK (24), RAP (25), dan HNR (25).

Yusri memaparkan cara tersangka Dsr membelanjakan hasil jarahannya yang kemudian menghasilkan uang. Dia menyebut Dsr menyuruh tersangka Wsn, AY, dan TR yang berada di Jakarta untuk menduplikat kartu SIM korban dengan cara datang langsung ke gerai operator di Jakarta Barat.

Sebelum datang ke gerai tersebut, ada peran tersangka JW yang membuat KTP palsu Ilham Bintang dengan foto yang tertera orang lain. Saat W, AY, dan TR ke gerai, Dsr bertugas memastikan ponsel Ilham Bintang tetap dalam kondisi mati agar para pelaku bisa membuat kartu SIM dengan data korban.

"Teknisnya, nomor HP didapat dari H, dia coba buat SIM card baru. Dia cek HP yang mati dan saat dicek nomornya Ilham Bintang mati. Ini kesempatan dia membuat SIM card baru," kata Yusri.

Kemudian tersangka membuat kartu SIM palsu di gerai. Dsr terus menghubungi nomor telepon Ilham Bintang untuk memastikan nomor itu tetap mati. Diketahui, saat itu Ilham Bintang sedang di luar negeri dan HP-nya dalam keadaan mati.

Setelah mendapat data, Dsr mengubah kata sandi surel Ilham Bintang. Tidak berapa lama, surel mengirim One Time Password (OTP) melalui SMS di nomor ponsel baru. Setelah itu, Dsr mengubah kata sandi email Ilham Bintang.

"Masuk email-nya di messages keluar data Bank BNI dan Commonwealth milik Ilham Bintang. Di sini mulai bermain pertama membeli barang-barang melalui Lazada, blibli.com. Setelah itu ada beli barang Commonwealth bisa masuk ke transfer melalui Lazada keluar adalah uang," tuturnya.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat (1) juncto Pasal 30 juncto Pasal 46 Ayat (1) UU 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 363 KUHP, Pasal 263 KUHP, Pasal 3 dan 4 juncto Pasal 10 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini