DPRD DKI Minta Pemprov DKI Tutup Diskotek Golden Crown

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 338 2164808 dprd-dki-minta-pemprov-dki-tutup-diskotek-golden-crown-Eysi3TaI4S.JPG BNN razia pengunjung di dua diskotek, 108 pengunjung positif narkoba (Foto: Dok. BNN)

JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup tempat hiburan malam atau diskotek Golden Crown, di Jakarta Barat.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan menyusul temuan 107 pengunjung yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

"Jika benar seperti itu harus ditutup karena izinnya sudah disalahgunakan," kata Arifin saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (7/02/2020).

Arifin menegaskan, Pemprov DKI melalui jajarannya harus melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh bagi tempat hiburan malam bukan hanya di Golden Crown. Sehingga tidak ditemukan praktik yang serupa di kemudian hari.

"Pemda dan aparat kepolisian, Satpol PP harus melakukan pengawasan ketat kepada tempat-tempat yang lain, jangan sampai kecolongan," tegasnya.

Dengan begitu nantinya, setelah dilakukan upaya pengawasan ketat namun masih terjadi maka harus dilakukan penutupan.

"Di sini pentingnya pengawasan tersebut, dan penegakan hukum seperti menutup tempat-tempat hiburan yang disalahgunakan," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath meminta agar pemrov DKI Jakarta berani menutup Diskotek Golden Crown lantaran terbukti banyak pengunjung positif narkoba.

"Mengingat Golden Crown saat penggerebekan BNN terbukti sekian banyak yang positif narkoba. Maka FUI melihat ya Golden Crown sudah perlu di tutup. Pemprov DKI khususnya bapak Gubernur yang terhormat Bapak Anies Baswedan agar tidak sungkan untuk menutup (Golden Crown)," ujarnya dia kepada wartawan, Jumat, (7/2/2020).

Penutupan diskotek Golden Crown, lanjut Al Khaththath, harus dilakukan agar tempat tersebut tidak menjadi sarang narkoba. Apalagi menurut laporan BNN dalam diskotek tersebut terjadi jual beli narkoba.

"Pak Anies harus berani menutup Golden Crown seperti saat menutup Alexis.

Ditutupnya diskotik Golden Crown pastinya juga akan mendaptakan dukungan masyarakat. FUI sangat mendukung. Terlebih lagi indikasinya sudah banyak sampai 107 positif narkoba," tukasnya.

Untuk diketahui, BNN menggelar razia di dua tempat hiburan malam di Jakarta yakni, Club Bar and Lounge Venue dan Diskotek Golden Crown, pada hari ini, Kamis (6/2/2020) dini hari.

Untuk Golden Crown sendiri petugas melakukan tes urine terhadap 184 orang. Dan yang terindikasi menggunakan narkoba sebanyak 107 pengunjung

Sementara di Club Bar and Venue, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap 105 pengunjung. Hasilnya, hanya satu orang positif mengonsumsi narkoba.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini