Fraksi Golkar DPRD DKI Dukung Formula E, tapi Tidak Digelar di Monas

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 338 2164937 fraksi-golkar-dprd-dki-dukung-formula-e-tapi-tidak-digelar-di-monas-ihtkts9SM9.JPG Revitalisasi Monas (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar, Judistira Hermawan menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan melaksanakan kegiatan balap mobil listrik Formula E di Jakarta. Namun, ia memberi catatan terkait biaya dan tidak dihelat di Monas.

"Formula E sudah kita sepakati untuk kita dukung bersama tapi bagaimana ini tidak menelan biaya yang begitu besar," kata Judistira saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/2/2020).

Menurut Judistira, pelaksanaan balap Formula E memiliki sejumlah dampak positif khususnya untuk membuka ruang investasi di Indonesia. Namun, pelaksanaan itu harus memerhatikan pembiayaan sehingga tidak merugikan pemerintah khususnya Jakarta.

"Iya, kita mendukung karena memberikan kesan positif kepada dunia bahwa Jakarta itu ramah terhadap wisatawan terhadap investasi. Tinggal bagaimana pelaksanaannya menggunakan anggaran yang seefektif dan seefisien mungkin itu," tuturnya.

Selain itu terkait jalur balap yang dilarang pelaksanannya di Monas menurut dia, Pemprov DKI Jakarta harus patuh pada aturan itu. Pihaknya juga tidak setuju apabila pelaksanaan Formula E dipaksakan di Monas alasannya karena masih banyak pilihan jalur balap lain.

"Saya pikir banyak jalur jalur di sekitar Balai Kota, sekitar Patung Kuda, Tugu Tani, bisa dimanfaatkan semua. Tugu Tani-Balai Kota-Patung Kuda- sampai dengan RRI saya rasa itu bisa dimanfaatkan, bagus treknya," terangnya.

Adapun nantinya pelaksanaan tersebut akan menghambat arus lalu lintas, menurut Judistira harus bisa dicarikan solusi namun bukan berarti menolak pelaksanaan Formula E.

"Ya, kan ini perhelatan internasional di Jakarta, ya kita dukunglah. Dan itu pasti perhelatannya di akhir pekan walaupun persiapan di hari biasa mungkin 2 hari, anggap saja ada CFD saya pikir enggak masalah. Nanti ada UMKM perekonomian masyarakat juga bergerak," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini