nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Video Anak SMK di Bekasi Disetrum Pakai Pengapian Motor

Wisnu Yusep, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 17:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 08 338 2165425 beredar-video-anak-smk-di-bekasi-disetrum-pakai-pengapian-motor-LoNXFX5QnB.jpg Foto Istimewa

BEKASI - Sebuah video memperlihatkan seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di-bullying oleh teman-temannya. Dalam video yang beredar itu, terlihat seorang remaja yang mengenakan kemeja putih, dan celana panjang berwarna putih duduk berlutut.

Dia tampak memegang kabel pengapian motor. Disisi lain, beberapa pemuda lainnya tampak mengelilingi remaja itu. Sesekali rambut pemuda yang duduk dijambak dan kepala ditoyor oleh teman-temanya.

"Tabokin, tabokin," ujar seorang pemuda dalam video itu.

Pemuda itu pun tampak ragu-ragu memegang ujung kabel tersebut. Begitu memegang ujung kabel, dia tampak kaget dan kesakitan.

"Pelan-pelan aja nggak apa-apa, nggak nyetrum," ujar pria lain.

Dalam video itu dinarasikan, remaja tersebut sedang di-bully oleh teman-temannya. Pemuda yang duduk itu diperintah teman-temanya untuk memegang ujung kabel pengapian motor. Pada saat bersamaan, temannya akan menghidupkan sepeda motor. Dengan demikian, diduga kuat pemegang kabel bakal tersetrum.

Atas hal itu, pihak Kepolisian Sektor Bekasi Selatan tengah menyelidiki kebenaran video yang beredar itu.

"Iya (diselidiki) dicek dulu, kalau misalnya ini (betul kejadiannya) berdasarkan itu sebagai petunjuk, nanti kita selidiki lebih lanjut," ujar Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Imam Syafi'i ketika dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2020).

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kanit Bimas Polsek Bekasi, AKP Puji Astuti, peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Belum diketahui persis waktu peristiwa itu terjadi.

"Betul itu kejadiannya di SMK Bistek (Bisnis dan Teknologi) Cikunir," kata Puji.

Pria yang diduga sedang di bully itu berinisial MA. Dia mengambil studi Teknik Otomotif. Saat itu sedang dilakukan giat praktik mekanik.

Sang guru, sebut Puji, sedang mengadakan kuis. Peraturannya, kelompok yang tidak dapat menjawab kuis akan dikenai hukuman. Ketika itu, guru memberikan hukuman yang sangat akrab dengan para mekanik, yakni memegang kabel pengapian.

"Anak-anak ini akan jadi mekanik ya, biar nanti terbiasa kesetrum, cipratan oli, kena las percikan api," kata Puji.

Setruman kabel pengapian motor itu, dipastikan Puji tidaklah fatal. Puji menyebut aksi pemuda lain yang menjambak dan menoyor kepala MA itu sebagai sebuah candaan antar teman.

"Itu kan candaan ya, itu ending-nya bercandaan ya. Dia (korban) nggak ngerasa dibully," kata Puji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini