Puluhan Warga Tangsel Diduga Terserang Chikungunya

Hambali, Okezone · Minggu 09 Februari 2020 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 09 338 2165818 puluhan-warga-tangsel-diduga-terserang-chikungunya-N1s2yMNpNo.jpg Warga Terduga Derita Cikungunya (Foto: Okezone/Hambali)

Virus Chikungunya sendiri dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti, atau nyamuk yang sama dengan penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Virusnya dapat menyerang siapa pun, namun beresiko lebih tinggi pada bayi, lansia, dan individu dengan kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, serta penyakit jantung.

Kebanyakan kasus pada umumnya, penderita Chikungunya mengalami gejala demam tinggi, nyeri pada otot dan sendi, pembengkakan sendi, nyeri pada tulang, sakit kepala, muncul ruam di tubuh, lemas dan juga mual. Gejala itu akan mereda dalam seminggu. Meski demikian, nyeri pada persendian dapat berlangsung hingga beberapa bulan kemudian.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jombang, Mulyadi, menjelaskan, apa yang diderita warga dengan gejala itu memang mirip dengan gejala Chikungunya. Dia menyarankan agar warga memerbanyak minum air putih dan mengonsumsi vitamin.

"Sepertinya mengarah Chikungunya, tapi lebih yakinnya kalau di test darah," tuturnya saat dikonfirmasi terpisah.

Terduga

Dia mengimbau, agar warga tak perlu khawatir karena penyakit Chikunga tidak berbahaya. Adapun ciri-cirinya antara lain mengalami bengkak di persendian, badan terasa nyeri-nyeri, badan lemas disebabkan gigitan nyamuk yang sama dengan nyamuk penyebab DBD, dengan masa inkubasi 3 hingga 4 hari.

"Ya dari jenis nyamuk yang sama. Jenis virus berbeda dengan DBD," ungkapnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini