Tanggapan Sekolah Terkait Video Anak SMK yang Disetrum Pakai Pengapian Motor

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 338 2166678 tanggapan-sekolah-terkait-video-anak-smk-yang-disetrum-pakai-pengapian-motor-fQJ0D8p8Ve.jpg Siswa SMK yang diduga Dibully rekn-rekannya di Bekasi (foto: ist)

BEKASI - Sebuah video memperlihatkan seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah Bekasi di-bullying oleh teman-temannya. Dalam video tersebut terlihat seorang pelajar yang mengenakan kemeja putih, dan celana panjang berwarna putih duduk berlutut.

Pelajar tersebut tampak memegang kabel pengapian motor. Disisi lain, beberapa pemuda lainnya tampak mengelilingi remaja itu. Sesekali rambut pemuda yang duduk dijambak dan kepala ditoyor oleh teman-temannya.

 Baca juga: Beredar Video Anak SMK di Bekasi Disetrum Pakai Pengapian Motor

Menanggapi hal tersebut, Sekolah SMK Bisnis dan Teknologi (Bistek), melalui Ketua Yayasan Karya Anak Mandiri Indonesia, Kris Budiani angkat bicara perihal video tersebut. Kris pun sangat menyayangkan beredarnya video tersebut yang dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Sangat disayangkan sekali, video tersebut dipotong lalu diviralkan di media sosial," kata Kris kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, pelajar yang memegang kabel pengapian motor berinisial MA, yang saat itu memang sedang berlangsung pelajaran sistem kelistrikan.

"Yang memviralkan itu bukan dari keluarga MA, tapi ada orang lain yang memprovokatori itu semua,” sambungnya.

Kata Kris, peristiwa itu berlangsung saat pelajaran sistem kelistrikan. Guru dan siswa tengah belajar mengenai pengapian sepeda motor yang berkaitan dengan busi, kumparan (coil), aki, dan lainnya. Ketika itu, para siswa sepakat untuk mencoba setrum dari kabel pengapian sepeda motor secara bergantian.

"Karena permintaan anak-anak sekelas, guru bidang studinya mempertimbangkan hal itu tidak bahaya bagi anak-anak, makanya diizinkan untuk mencobanya dengan catatan akinya dicopot," kata dia.

Dari 40 siswa, 2 orang di antaranya takut mencoba hal itu, dan salah satunya adalah MA, sebagaimana yang ada pada video.

“Intinya tidak ada untuk mem-bully, tapi untuk memotivasi si anak itu agar cepat berganti dengan teman-teman yang lainnya,” tutur Kris.

Kris menegaskan, pihak sekolah akan memberi sanksi bagi siswa yang melakukan tindakan yang dianggap tak pantas seperti itu, contohnya seperti memegang kepala MA.

"Dari pihak sekolah, apapun namanya memberikan motivasi dengan cara mendorong, memegang kepala, saya tidak membenarkan," tegasnya.

Dia memastikan bila ada perlakuan anak didiknya yang "mentoyor" siswa lain, maka akan diberikan sanksi. Saksi tersebut akan diberikan secara mendidik dan tidak memberikan sanksi fisik kepada siswa yang melakukan hal mendorong dan menendang MA.

"Tujuannya agar anak-anak tidak mengulanginya kembali," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini