Puluhan Warga Tangsel Terserang Gejala Chikungunya, Kenali Penanganannya

Hambali, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 338 2166703 puluhan-warga-tangsel-terserang-gejala-chikungunya-kenali-penanganannya-9gv5ongWuy.jpg Tim medis mendatangi warga Tangerang Selatan yang terserang gejala Chikungunya (Foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Sejak Januari 2020 hingga saat ini, tercatat sudah sekira 70-an jiwa di Kampung Rawa Lele, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) menderita radang sendi, demam, hingga pembengkakan di sendi bagian kaki.

Sementara gejala yang dialami warga itu disebutkan mengarah pada Chikungunya. Namun, untuk memastikannya lagi, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. 

"Mudah-mudahan minggu ini sudah keluar hasil lab-nya," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni, kepada Okezone, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Puluhan Warga Tangsel Diduga Terserang Chikungunya 

Meski masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, namun Deden menyebutkan bahwa gejala yang dialami warga memang mengarah pada Chikungunya. Dia menyarankan, agar penderita gejala itu mendatangi puskesmas setempat guna mendapatkan obat dan vitamin.

"Segera berobat ke puskesmas setempat untuk mendapat obat penghilang nyeri sendi dan vitamin. Jangan lupa juga memperbanyak minum air putih," katanya.

Dikatakan Deden, dia telah memberikan surat edaran kepada puskesmas agar memberi perhatian khusus terhadap pelayanan bagi penderita gejala itu. Bahkan, jika memang diperlukan, petugas medis akan langsung mendatangi rumah penderita untuk memberi pengobatan.

"Jadi, kita keluarkan edaran juga agar petugas kesehatan sigap melihat pasien yang merasakan gejala itu. Kalaupun misalnya kesulitan dan tidak bisa mendatangi puskesmas karena lemas, cukup telepon saja biar petugas kami yang datang," ujarnya.

Meskipun penanganan Chikungunya telah memadai, namun efek virus ini dapat kembali dirasakan secara berulang tanpa adanya infeksi baru. Kondisi demikian disebabkan virus Chikungunya mampu bertahan pada otot atau persendian.

 Tim medis mendatangi warga terserang gejala Chikungunya

Penyakit chikungunya disebabkan Alphavirus yang merupakan keluarga Togaviridae. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, atau jenis nyamuk yang juga menyebabkan virus demam berdarah dengue (DBD).

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan langsung penyakit Chikungunya sebagaimana terjadi pada infeksi virus lainnya. Namun, virus ini nantinya akan bisa normal kembali tanpa pengobatan.

Baca Juga: Gejala Chikungunya Serang Lansia, Warga Tangsel Minta Tim Medis Segera Bertindak 

Kebanyakan penderitanya akan mengalami perbaikan gejala dalam sepekan. Akan tetapi, nyeri persendiannya dapat bertahan hingga beberapa bulan. Chikungunya diketahui pernah mewabah di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.

"Kalau untuk pencegahannya, kita sudah mengerahkan petugas agar melakukan fogging (pengasapan), nanti titiknya diperluas di wilayah yang memang banyak menderita gejala itu. Di samping itu, kita juga mengimbau kepada warga untuk aksi bersih-bersih 3M (menguras, menutup, mendaur ulang) di lingkungan masing-masing," kata Deden.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini