nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengelola Bantah Ada Ribuan WNA China ILegal Bekerja di Meikarta

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 22:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 338 2167007 meikarta-bantah-tka-asal-china-tewas-karena-virus-korona-ALNpdLnzH1.jpg Proyek Meikarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kamayan Jati Meikarta mengatakan, adanya ribuan warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja secara ilegal di proyek Meikarta tidak benar.

Selama pembangunan Meikarta, pihaknya menggunakan jasa kontraktor, di mana terdapat 86 Pekerja WNA dari total 5.000 pekerja Warga Negara Indonesia (WNI). Status perkerja WNA minimal Supervisor dan atau Key Spesialis.

"Semua WNA memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang," ujarnya saat berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Danang mengatakan, pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas safety dalam pembangunan. Selain itu, selalu memprioritaskan putra daerah dalam membangun kota untuk semua masyarakat Bekasi dan Indonesia.

Baca Juga: TKA Asal China Tewas di Proyek Meikarta, Polisi: Bukan karena Virus Korona

Meikarta

Adapun kabar tewasnya pekerja WNA asal China di kawasan Meikarta yang disebabkan virus korona dibantah pihak Meikarta. Kabar tersebut dinilai berita salah atau hoax.

Menurut Danang, WNA yang meninggal tersebut bukanlah karyawan Meikarta (PT MSU). Namun, karyawan kontraktor dan sudah dievaluasi pihak berwajib, bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja.

"Ini sama sekali tidak terkait dengan virus korona, itu adalah hoax," kata Danang.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan memastikan, Tenaga Kerja asal China yang tewas di proyek Meikarta lantai 11 blok B-1 tower 153, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 7 Februari 2020 bukan karena virus korona.

Sekalipun, kata Hendra, korban pernah tercatat pulang dari China pada tanggal 8 Januari. Terlebih, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, tidak ditemukan dugaan-dugaan tersebut.

"Kita koordinasi dengan dinkes katanya engga (bukan korona), karena masa inkubasi virus korona itu dua minggu. Ini murni bukan korona, karena jatuh dari atas," kata Hendra.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini