nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Narapidana Ini Dalangi Penipuan Sewa Apartemen dari Balik Jeruji Besi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 02:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 12 338 2167036 narapidana-ini-dalangi-penipuan-sewa-apartemen-dari-balik-jeruji-besi-K4dGV5Zk3g.jpg Ilustrasi Penjara (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan mengenai sewa apartemen melalui situs jual beli online. Ternyata pelakunya adalah Narapidana berinisial F yang sedang menjalani hukuman di Lapas Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, F biasanya menawarkan sewa apartemen kepada pelanggannya melalui aplikasi di situs jual beli online. Adapun apartemen yang ditawarkan di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

"Modusnya menggunakan aplikasi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa 11 Februari 2020.

Yusri berujar dalam melancarkan aksinya ternyata F tidak sendirian. Dia dibantu oleh dua orang lainnya yaitu D dan E, keduanya pun hingga kini masih buron.

Penipuan

Baca Juga: Penipuan Sewa Apartemen di Tangsel Terbongkar, Begini Modusnya

D dan E merupakan istri dan kakak kandung tersangka F yang memiliki peran membantu para korban meninjau apartemen yang hendak disewa.

"Dia (F) gaji kaki tangan di sana bervariasi ada yang Rp200.000 per hari, ada juga yang Rp100.000 per hari," tutur Yusri.

Yusri melanjutkan F biasanya membanderol harga sewa apartemen di angka Rp3 juta perbulannya. Ia berkata tersangka F membuat sebuahh iklan penyewaan apartemen melalui situs jual beli online dengan menggunakan ponsel dan laptop dari dalam sel.

Kebanyakan, lanjut Yusri, para korban biasanya menyewa aparatemen selama satu tahun dengan harga Rp30 juta dan ditransfer ke rekening milik F yang dibuatnya melalui data palsu. Namun, saat korban baru menempati apartemen selama 7 hari tiba-tiba pihak menajemen menadatangani dan mengusir korban.

"Korban sampai saat ini yang baru terdata oleh kami ada 15 orang. Dari jumlah tersebut, baru 4 laporan polisi yang diterima Polda Metro Jaya," pungkas Yusri.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini