nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Jangan Sampai Menggeser Nilai Sejarah

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 22:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 12 338 2167542 dprd-dki-minta-revitalisasi-monas-jangan-sampai-menggeser-nilai-sejarah-RoTW0kJi7T.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah berpesan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar dalam merevitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas), untuk tak melupakan nilai sejarah yang ada di sana. Sebab, dalam renovasi sebuah kawasan cagar budaya harus tetap mempertahankan keasliannya.

"Sejarah ini tidak boleh diubah oleh kita. Kalau mau diperbaiki biar orang tidak bosan misalkan di tambah lampu dan sebagainya boleh-boleh saja. Tapi memutus sejarah itu tidak boleh," kata Ida kepada wartawan di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

 Baca juga: Revitalisasi Monas Dilanjutkan, Anies Sebut Desainnya Sama dengan di Sayembara

Politikus PDIP itu mengaku menyesalkan keputusan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta yang memutuskan menebang pohon saat memulai pekerjaan revitalisasi itu pada 2019 lalu.

"Ada pohon mestinya jangan ditebang, dipindahin kan bisa tuh. Tapi kan ternyata yang kemarin ditebang 190 pohon. Berarti mati lah semua itu pohon. Bener nggak? Itu kan sayang. Kalau saya bilang jangan mencari kontroversi," ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya telah mengingatkan Kepala Dinas Citata Heru Hermawanto untuk tak melakukan hal serupa pada pengerjaan revitalisasi Monas di tahun 2020.

 Baca juga: Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Segera Serahkan Detail Desain Revitalisasi Monas

"Makanya nanti kita minta paparan (Detail Engineering Desain (DED) khusus terkait dengan anggaran 2020 sebelum dikerjakan, kita minta paparan, tadi saya sudah sampaikan pribadi ke Pak Heru agar jangan sampai terjadi lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, kalau revitalisasi Monas telah dilanjutkan kembali. Hal itu dilakukan berdasarkan surat izin dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Saat ditanya mengenai gambaran atau desain revitalisasi Monas itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebutkan kalau hal tersebut tidak jauh berbeda dari yang disayembara.

"Kurang lebih sama (dengan sayembara)," kata Anies, Sabtu 8 Februari 2020.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini