nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Korban Penipuan Travel Umrah di Bekasi, Tergiur Murah dan Cepat Berangkat

Wisnu Yusep, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 12 338 2167558 cerita-korban-penipuan-travel-umrah-di-bekasi-tergiur-murah-dan-cepat-berangkat-y2I2tustmr.jpg Ilustrasi Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi (foto: Okezone)

BEKASI - Sebanyak 189 orang diduga tertipu oleh travel umrah PT Alghani Assalam di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka tertipu karena hingga saat ini belum juga diberangkatkan ke Tanah Suci.

Salah seorang korban, Suroto Bin Muharjo (50) ketika ditemui wartawan meceritakan kronologi peristiwa penipuan yang dialami dirinya dan 188 orang lainnya.

Baca Juga: Kasus Penipuan Umrah, Direktur PT Damtour Dituntut 3,5 Tahun Penjara 

Ketika itu pada tahun 2018, Suroto mengaku ditawari umrah oleh PT Alghani Assalam dengan harga Rp16 juta. Namun, tawaran demi tawaran tersebut pun tak digubris olehnya.

Tetapi, pada akhrinya warga Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi ini tergiur karena ada tawaran pemberangkatan cepat pada tahun 2018. Seketika itu, dirinya mendaftarkan untuk dua orang.

"Akhirnya saya nyetor untuk dua orang suami istri," katanya ketika ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (13/2/2020).

Laporan Penipuan Travel Umrah di Bekasi (foto: Okezone/Wisnu Yusep)	 

Setelah mendaftarkan diri, dirinya pun langsung diminta melakukan pemeriksaan biometrik, yang ketika itu diwajibkan bila ingin berangkat umrah.

"Akhirnya ketika itu kami diminta biometrik nya, dan biometriknya di Bandung. Kita berangkat habis Salat Subuh dan pulang subuh lagi," katanya.

Namun, ketika persyaratan sudah dipenuhi para jamaah, kemudian keresahan muncul. Hal itu terjadi lantaran tiket pemberangkatan umrah belum di tangan.

"Berarti kan sudah selesai semua ya persyaratannya. Tapi pas tanggal 27 nya enggak ada tiket. Pada akhirnya jamaah sudah mulai resah," katanya.

Karena tak kunjung juga berangkat, kata dia, sejumlah jamaah umrah travel PT Alghani Assalam itu pun banyak yang sakit. Bahkan terakhir ada yang sampai meninggal dunia.

"Ada yang sakit ada yang stres karena malu. Bahkan ada yang berapa hari setelahnya langsung meninggal. Dari situ kita sudah mulai deh terus dijanjikan Januari berangkat. Alasannya karena di sana lagi banyak banget aturan, entah itu visa atau apa segala macam sampai jamaah pun tidak percaya," urainya.

Akhirnya para jamaah membuat surat perjanjian agar diberangkatkan di Januari 2019. Lagi-lagi, janji dari PT Alghani Assalam tak bisa dipenuhi. Alhasil para jamaah kembali tidak mendapat kepastian kapan berangkat ke Arab Saudi.

"Tetapi sampai tanggal 12, juga tidak berangkatkan. Ada surat perjanjiannya materai, kita masih menaruh harapan juga karena duit sudah di sana. Sampai kita juha dijanjikan terakhir itu, dia (pelaku) bilang Pak Iso tiketnya sudah ada. Saya bilang dibikin lah screenshot tiketnya," kata dia.

Baca Juga: Satgas Umrah Sidak Agen Travel Abal-Abal, Ada yang Hanya Bermodal Spanduk 

Merasa ditipu, dirinya bersama sejumlah jamaah umrah memeriksa tiket yang dimaksud oleh pihak PT Alghani Assalam. Ternyata screenshot tiket itu pun palsu.

"Kita langsung cek ke bandara. Benar enggak ada pesanan tiket pesawat ini? Ternyata enggak ada akhirnya jamaah sini ke geruduk kantor pusat sampai menginap di sana di bulan Maret. Waktu itu kita belum lapor, kita masih memberi kesempatan dia (pemilik travel red-)," urainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini