nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Kasus Chikungunya di Tangsel, Ini Solusi yang Ditawarkan Putri Ma'ruf Amin

Hambali, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 21:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 12 338 2167579 marak-kasus-chikungunya-di-tangsel-ini-solusi-yang-ditawarkan-putri-ma-ruf-amin-QJ8N3YaIgC.jpg Putri Wapres Ma'ruf Amin, yakni Siti Nur Azizah (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Gejala Chikungunya telah menyerang sedikitnya sekira 70-an jiwa di Kampung Rawa Lele, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Kebanyakan penderita mengalami pembengkakan di sendi bagian kaki, hingga menyebabkan sulit berjalan.

Merespon kondisi itu, Siti Nur Azizah yang merupakan putri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, menyampaikan keprihatinannya. Dia pun membeberkan, jika Chikungunya seharusnya bisa diantisipasi sejak dini dengan berbagai cara. Salah satunya dengan daun kelor.

Baca Juga: Maju Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Klaim Didukung Komunitas Ojol 

"Persoalan munculnya penyakit bukan hanya kuratif, jadi jangan sampai hilirnya saja yang dilihat, hulunya juga dilihat. Bahwa munculnya penyakit seperti Chikungunya kan sudah ada obatnya, obatnya itu kalau dia memiliki daya tahan tubuh. Tentu kembali kepada kualitas kesehatannya masyarakat itu," kata Siti kepada Okezone, usai mengikuti pemaparan visi-misi Bakal Calon Pilkada Tangsel oleh Partai Hanura, di Remaja Kuring, Serpong, Rabu (12/2/2020).

"Maka nya kami ada program aksi, namanya ada Sejuta Kelor, Sejuk, namanya. Itukan tanaman rakyat yang memiliki manfaat yang sangat besar, yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Itu juga tidak hanya untuk penghijauan, tapi juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat," imbuhnya.

Menurut Azizah, daun kelor memiliki banyak kandungan protein, gizi, vitamin, zat besi, yang sangat diperlukan bagi daya tahan tubuh. Di antara manfaatnya adalah meredakan peradangan, memberi zak antioksidan, menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, mengatasi kanker dan sebagainya.

"Karena kaya akan gizi, ada vitamin, protein, zat besi, yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh bagi mereka yang rentan terhadap penyakit misalnya anak-anak, orang tua usia lanjut, itu kan rentan sekali," jelasnya.

Di samping itu, kata dia, menangani virus Chikungunya yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti harus pula membasmi dari mana sarangnya berasal. Misalnya dengan menjaga kebersihan melalui pola 3 M, yaitu mengubur barang bekas, menguras bak penampungan air, dan menutup tempat-tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk.

"Juga persoalan sanitasi. Sanitasi ini maka kita dorong program tadi yang saya sebutkan, Jelita. Membangun budaya DAS (Daerah Aliran Sungai) itu, agar masyarakat tidak memiliki perilaku yang merusak, menahan lajunya air, buang sampah sembarangan, sampahnya tidak diolah sehingga menumpuk, jadi tidak sehat," ungkapnya.

Baca Juga: Putri Ma'ruf Amin Sambangi Korban Banjir di Tangsel 

Siti Nur Azizah sendiri kini rutin turun ke tengah-tengah masyarakat Tangsel melalui programnya yang disebut "Ngampung". Dia menyerap langsung berbagai aspirasi mengenai apa yang dirasakan masyarakat.

Memerjuangkan aspirasi yang diserapnya itu, Siti Nur Azizah bertekad keras untuk memimpin Kota Tangsel ke depan. Menurutnya, perubahan hanya bisa dilakukan jika kursi kepemimpinan berhasil direbut. Dengan begitu, segala kebijakan dan cita-cita Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan (Permata) bisa dicapai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini