Siswa SMA di Bekasi Dipukul Oknum Guru Gara-Gara Telat dan Tak Pakai Gesper

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 338 2167699 siswa-sma-di-bekasi-dipukul-oknum-guru-gara-gara-telat-dan-tak-pakai-gesper-oJ82tU60tt.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BEKASI – Beredar video aksi seorang guru memukili muridnya dengan kepalan tangan di media sosial. Dalam video bedurasi 14 detik itu, terlihat sejumlah siswa yang tengah berbaris di lapangan dipukuli oleh oknum guru.

Peristiwa memilukan itu terjadi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pemukulan dipicu beberapa siswa telat masuk sekolah, dan kedapatan tidak menggunakan ikat pinggang.

Atas peristiwa tersebut, salah satu siswa berinisial RF (17) mengadu kepada pamannya, Andika (28) bahwa lima siswa menjadi korban kekerasan. Mereka dipukuli gara-gara tidak memakai ikat pinggang dan terlambat masuk sekolah pada Selasa 11 Februari 2020.

"Keponakan saya pundaknya kesakitan karena dipukul guru," ujar Andika menceritakan peristiwa pemukulan itu kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Biasanya para siswa sekolah tersebut hanya dikenakan sanksi berdiri jika terlambat datang ke sekolah. Namun kali ini sikap dari guru tersebut berbeda.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Setelah pulang sekolah, keponakannya mengeluhkan sakit di bagian pundak ke orang tuanya, berinisial ST. Setelah ditanyakan baru RF menceritakan kondisi sebenarnya.

Selain mengalami memar di bagian pundak, kancing baju sekolahnya juga sobek diduga karena tarikan guru tersebut.

Pihak keluarga RF melaporkan kejadian ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bekasi.

Baca juga: Viral Pelajar Putri Di-Bully Tiga Pria di Kelas

“Kami laporkan kasus ini agar tidak terulang kembali," kata Andika.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Bekasi, Ade Saeful Bahri mengatakan, peristiwa pemukulan terjadi pada Selasa 11 Fabruari 2020, sekitar pukul 7.30 WIB. Saat itu, ada sekitar 120 siswa yang terlambat masuk kelas. Pelaku adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Karena para siswa kedapatan terlambat, oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi itu memberikan sanksi muridnya di lapangan. Kemudian, para siswa yang terlambat itu diperiksa kelengkapan atribut seperti ikat pinggang, topi dan lainnya.

Saat diteperiksa, ditemukan lima siswa yang tidak memakai ikat pinggang. Akibatnya oknum guru tersebut marah-marah dan langsung memukul para siswa.

Ade menyesalkan peristiwa pemukulan itu menjadi viral. Dia meminta maaf atas apa yang terjadi kepada para peserta didiknya itu.

Menurut Ade, sikap emosional pelaku bukan pertama kali. Pelaku pernah kesal dengan seorang siswa dan menarik baju anak didiknya hingga robek,

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini