Orang-Orang Diduga Preman Resahkan Pengunjung Taman Jombang Tangsel

Hambali, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 338 2167707 orang-orang-diduga-preman-resahkan-pengunjung-taman-jombang-tangsel-ZfYPW1uiS2.jpg Taman Hutan Kota Jombang di Tangerang Selatan. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Salah satu lokasi wisata baru bernama Taman Hutan Kota Jombang yang terletak di Jalan Pertanian, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, terus ramai dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai lokasi.

Taman yang berada di kawasan kali mati itu baru diresmikan oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada Minggu 9 Februari 2020. Berbagai sarana dan fasilitas di sana menjadi daya pikat tersendiri bagi warga yang ingin santai bersama keluarga.

Baca juga: Preman Tukang Palak Sopir Truk di Palembang Kocar-kacir Dirazia Petugas 

Namun tidak semua pengunjung yang datang merasakan keceriaan, karena rupanya ada orang-orang diduga preman yang membuat resah. Beberapa di antaranya menarik tarif parkir yang sebenarnya sudah dikelola karang taruna setempat.

Salah satu pengunjung yakni Rbn (25) mengatakan langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda kumal beberapa meter setelah memarkirkan motornya.

"Iya diadang, terus ditanya-tanyain. Mungkin karena saya datang berlima tadi. Jadi kata preman itu, kalau mau buat video, rekam di Youtube, harus bayar ke dia. Tadi dibilang ratusan ribu kalau enggak salah," ungkapnya kepada Okezone di Taman Hutan Kota Jombang, Rabu 12 Februari 2020.

Sejatinya pengelolaan Taman Hutan Kota Jombang telah dilakukan oleh karang taruna setempat. Baik itu untuk keamanan parkir kendaraan, kebersihan, hingga menjaga ketertiban yang ada. Meski begitu, beberapa orang diduga preman tersebut berusaha mengambil alih lapak parkir.

Baca juga: Polisi Tangkap 8 Preman di Menteng, 3 di Antaranya Positif Narkoba 

Arogansi mereka membuat gerah pula pemuda karang taruna dari warga sekitar. Tapi apa boleh buat, demi menghindari gesekan lalu pengurus karang taruna dan warga setempat memilih mengalah.

"Mereka minta parkiran diambil alih sama mereka semua. Padahal kalau karang taruna yang kelola nanti jelas pertanggungjawaban uang karcisnya, bisa untuk menambah kas lingkungan, kebersihan, dan lain-lain. Kalau sama mereka, ya enggak tahu bakal dikemanain uangnya," tutur salah satu warga berinisial DN.

"Kita berharap pemerintah mau turun tangan, apa ngerahin Satpol PP ke sini atau seperti apa untuk keamanannya, yang penting tidak ada gesekan antara karang taruna dan preman itu," ungkapnya.

Taman Hutan Kota Jombang sendiri kini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berekreasi. Di antara prasarana yang dibangun di dalamnya adalah rumah pohon, jembatan gantung, flying deck, jogging track, gazebo, fitness outdoor, playground, musala, dan toilet.

Taman itu sejatinya telah ada sejak 2013, namun karena kurang diperhatikan berubah menjadi semak belukar. Dinas Pekerjaan Umum (PU) lantas memasukkan anggaran pembangunannya pada APBD 2019 dengan pagu sebesar Rp21,3 miliar.

Baca juga: Kisah 7 Preman Sadis yang Hijrah ke Jalan Kedamaian 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini