Guru SMA di Bekasi yang Terekam Pukuli Muridnya Dikenal Temperamen

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 338 2167713 guru-sma-di-bekasi-yang-terekam-pukuli-muridnya-dikenal-temperamen-XWgce5xbxz.PNG (Foto: tangkapan layar unggahan di akun Facebook Kartolo Wijanarko)

BEKASI – Seorang oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi terekam kamera memukul siswanya di lapangan sekolah. Aksi pemukulan diduga karena siswa telat sampai ke sekolah dan tidak memakai ikat pinggang.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Bekasi, Ade Saeful Bahri menyatakan, sikap temperamen guru yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu bukan yang pertama kali terjadi. Pelaku pernah kesal dengan seorang siswa dan menarik baju anak didiknya hingga robek.

Tak hanya itu, guru tersebut juga pernah rebut dengan guru lain. “Pernah lempar kursi dan membanting komputer saat ribut dengan guru," kata Ade, Rabu 12 Februari 2020.

Pihak sekolah sudah membastugaskan yang bersangkutan alias nonjob dari jabatannya di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Namun, untuk statusnya sebaai aparatur sipil negara (ASN), Ade belum bisa berkomentar.

"Kalau dipecat sebagai ASN-nya kita tidak berwenang, biar Pemkot Bekasi lah yang memutuskan," ucapnya.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Sebelumnya diberitakan. beredar video aksi seorang guru memukili muridnya dengan kepalan tangan di media sosial. Dalam video bedurasi 14 detik itu, terlihat sejumlah siswa yang tengah berbaris di lapangan dipukuli oleh oknum guru. Pemukulan dipicu beberapa siswa telat masuk sekolah, dan kedapatan tidak menggunakan ikat pinggang.

Baca juga: Siswa SMA di Bekasi Dipukul Oknum Guru Gara-Gara Telat dan Tak Pakai Gesper

Atas peristiwa tersebut, salah satu siswa berinisial RF (17) mengadu kepada pamannya, Andika (28) bahwa lima siswa menjadi korban kekerasan. "Keponakan saya pundaknya kesakitan karena dipukul guru," ujar Andika menceritakan peristiwa pemukulan itu kepada wartawan.

Biasanya para siswa sekolah tersebut hanya dikenakan sanksi berdiri jika terlambat datang ke sekolah. Namun kali ini sikap dari guru tersebut berbeda.

Setelah pulang sekolah, keponakannya mengeluhkan sakit di bagian pundak ke orang tuanya, berinisial ST. Setelah ditanyakan baru RF menceritakan kondisi sebenarnya.

Selain mengalami memar di bagian pundak, kancing baju sekolahnya juga sobek diduga karena tarikan guru tersebut.

Pihak keluarga RF melaporkan kejadian ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bekasi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini